Pandangan Saya Terhadap Produk Apple, Google, Microsoft dan Samsung

Visit my Tumblr, Twitter, Facebook, Instagram

Saya kuliah di jurusan Desain Produk Industri, ITS Surabaya. Lumayan baik proses belajar yang terjadi disana dan juga boleh dibilang agak lumayan fasilitas yang saya dapatkan disana. Saya begitu tertarik dengan produk, karena itu adalah sesuatu yang Anda genggam dan tunggangi setiap hari. Dan karena saya juga sangat tertarik dengan dunia teknologi, termasuk gadget mobile dan computer. Maka saya sering sekali memperhatikan keluaran-keluaran produk yang di ciptakan oleh produsen-produsen besar di dunia ini macam Apple, Google, Microsoft dan Samsung. Maka inilah yang bisa saya sampaikan, tentang pandangan saya terhadap produk-produk perusahaan tersebut.

Dimulai dari Apple, produk mereka sudah jelas sangatlah iconic, simple dan serba minimalis. Sungguh sangat ekstrim kesimpelan yang di anut oleh mereka, bukan hanya terhadapa produknya, namun juga sampai advertisement-nya. Dan daya sungguh menyukai produk-produk mereka, hingga begitu terinspirasinya saya terhadap filosofi desain Apple, saya mencoba untuk mendesain blog ini begitu simple dan super minimalis. Saya juga sangat terinspirasi dengan pakaian yang dipakai oleh Steve Jobs, Jony Ive dan Scott Forstall. Saya berusaha memakai sesuatu yang simple dan elegan setiap hari dan berharap imej saya bisa terbentuk serta memiliki personal branding saya sendiri. Kita beralih ke topik utama, yaitu produknya. Dimulai dari Macintosh original ditahun 1984, produk Apple yang dipimpin oleh Steve Jobs sangatlah mengutamakan estetika. Steve juga percaya bahwa jika teknologi saja tidak cukup, harus dikawinkan dengan liberal arts, maka akan menghasilkan produk yang briliant. Setelah dia didepak oleh John Sculley dan kembali lagi ditahun 1997 untuk menggantikan CEO Apple saat itu, Gil Amelio, dia mulai menggebrak dunia dengan membangkitkan Apple yang nyaris bangkrut saat itu. Dimulai dengan produk pertamanya setelah kembali ke Apple, yaitu iMac, dia mulai memperlihatkan peningkatan emosionalnya terhadap cara Steve memimpin sebuah perusahaan. Walaupun baru beberapa tahun kemudian dia baru menjadi CEO tetap, dan menanggalkan gelar interimnya, sebenaranya dia sudah berlaku seperti CEO sungguhan dalam memimpin Apple. Generasi iMac yang pertama sungguh mengagumkan, itu seperti komputer dari luar angkasa yang dibuat oleh desainer yang lebih baik. Bagian-bagian yang transparant sungguh indah, dan pengguna bisa melihat betapa detail bagian-bagian yang didesain oleh Apple terhadap iMac.

Lanjut ke tahun 2001, saat dia mulai merubah dunia industri musik dengan meluncurkan iPod pertama. Produk revolusioner yang sudah dilengkapi dengan bumbu racikan terbaik bagi MP3 Player pada masanya. Karena ada iTunes sebagai toko musik digital dan sebagai pelengkap Mac dan PC untuk menjadi pusat konten digital pengguna. Lalu ditahun 2007, iPhone pertama muncul. Produk yang saaannngggaaattt revolusioner, benar-benar mengubah industri mobile phone hingga sekarang. Dan juga sebagai kanibalisasi terhadap iPod. Dilengkapi dengan iPad yang muncul ditahun 2010, benar-benar menggebrak era post-PC. Lalu, pandangan saya terhadap produk-produk Apple adalah mereka sangat berani untuk membuat standar mereka sendiri. Mereka tidak selalu mengikuti standard industri pada masa mereka membuat produknya. Steve Jobs sangat terinspirasi dengan perkataan Wayne Gretzky, seorang legenda Hokkey, yang berkata bahwa kejarlah arah dimana bola akan mengarah, bukan mengejar bolanya. Maka mungkin itu yang membuat Apple berani untuk tidak mengikuti trend pada masanya. Dan saya berharap, meninggalnya Steve Jobs tidak akan mematikan inovasi Apple.

Lalu beralih ke produk-produk Google. Mereka adalah perusahaan muda yang sangat briliant. Mereka berhasil membeli perusahaan berusia tujuh puluh tahunan bernama Motorola Mobility. Betapa besarnya langkah yang diambil Google untuk bisa memimpin dunia ini. Lalu mereka juga ikut dalam perlombaan di industri mobile phone dengan mengeluarkan Smartphone Android pertamanya, yang waktu itu bekerja sama dengan HTC. Walaupun pada awalnya mendapat pertentangan keras dari mendiang Steve Jobs yang menganggap Android menyontek mentah-mentah ide Apple tentang iPhone, Android melaju hingga saat kini adalah mobile OS terpopuler di dunia. Banyak sekali manufaktur tergabung dalam Open Handset Alliance milik Google untuk Android, yang berhasil membuat Smartphone dan Tablet yang diminati oleh pasar. Walaupun dominasi iPad masih belum tergoyahkan oleh tablet-tablet Android. Pandangan saya terhadap produk Google sendiri, yaitu lini Nexus, sangatlah besar. Mereka mempunyai brand smartphone mereka sendiri, yang sangat iconic juga. Disamping itu, ketenaran Google Maps yang terintegrasi dengan baik di setiap perangkat Android juga membuat saya kagum. Google Street View juga membelalak mata saya. Ditambah dengan Google Earth, yang benar-benar pantas di kagumi. Saya melihat, jenis bisnis yang dijalani Google sangat banyak, mulai dari bisnis mobile, hosting, mapping dll. Kadang produk-produk mereka begitu lambat berkembang karena terlalu banyak portofolio. Koreksi saya jika salah.

Berbeda lagi dengan Microsoft, perusahaan software terbesar di dunia dan pembuat OS Windows ini kini mulai menemukan identitasnya yang baru. Peluncuran Windows 8, perubahan logo perusahaan dan pemampatan bisnis untuk portofolionya membuat brand image mereka naik kembali. Mereka sudah bukan lagi perusahaan yang tidak mengerti estetika, mereka lebih modern sekarang. Dan mereka juga sudah berani membuat produk hardwarenya sendiri, yang jelas jadi permasalahan rekan manufaktur lainnya macam Acer misalkan. Namun tablet Surface yang meka kembangkan begitu bagus di mata saya. Mereka sudah mulai memberanikan diri untuk tidak begitu menggantungkan semuanya di Windows. Mesin pencari Bing juga lumayan, walaupun tidak akan mengalahkan Google Search dalam waktu dekat, namun tampilan Bing boleh mendapatkan pujian. Malah, salah satu pendiri Apple Inc. yaitu Steve Wozniak berpendapat bahwa dia merasa seperti Steve Jobs terlahir kembali di Microsoft. Mungkin alasannya karena OS Windows Phone yang berjalan di perangkat Nokia Lumia 900 sangatlah mempesona. Nokia juga sedang naik daun setelah lama tenggelam oleh gempuran iPhone dan perangkat-perangkat Android lainnya.

Namun, untuk perusahaan yang satu ini, yaitu Samsung, saya sudah mulai kurang menyukai brand mereka. Terutama setelah saya tahu produk lini smartphone Galaxy mereka yang begitu meniru desain iDevice Apple. Mereka juga terakhir kalah oleh Apple di pengadilan US dan memperoleh kemenangan yang tetap saja menjatuhkan mereka di UK. Desain mereka kurang bagus, ditambah dengan peluncuran Samsung Galaxy S III Mini yang sungguh aneh. Karena untuk ukuran smartphone yang mempunyai lebar layar 4″ disebut “mini” sangatlah tidak wajar. Mereka bukanlah perusahaan yang memiliki sumber milik sendiri, mereka masih bergantung dengan Android. Walaupun ada isu mereka sedang mengerjakan OS nya sendiri. Tetapi setelah memakai produk Samsung, saya begitu tidak menyukai mereka. Karena support yang mereka lakukan untuk produk-produk yang telah mereka kerjakan terkesan begitu lamban. Update versi terbaru Android bagi pelanggannya juga sangat lamban, bahkan untuk pasar high-end. Tetapi mereka adalah penguasa pasar Android, jadi ya tentu mereka adalah perusahaan yang unggul.

Nah, begitulah pandangan saya terhadap masing-masing perusahaan. Begitu hebatnya teknologi zaman sekarang, yang terkadang membuat hati tersakiti jika kita terlalu mengikuti siklus hidup produk-produk mereka. Terima Kasih

Nice to be seen

Visit my Tumblr, TwitterFacebookInstagram

Love this article? Why not read more!

 

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s