Menurut Al-Qur’an dan Pemahaman Manusia Tentang Alam Semesta, Manusia Purba, Nabi Adam dan Alien

Visit my Tumblr, Twitter, Facebook, Instagram

Assalamu’alaykum,

• – – – –

Setelah sekian lama saya tidak menulis, dengan alasan tidak mempunyai ide judul yang bagus dan tidak memiliki waktu yang cukup untuk melakukan riset yang dapat mendukung tulisan saya. Akhirnya saya memberanikan diri untuk mengupas tentang hubungan antara Nabi Adam dan Manusia Purba: Siapakah yang lebih dulu? Apakah fenomena ini bisa diselesaikan dengan petunjuk terbaik di muka bumi ini, yaitu Al-Qur’an? Jawabannya…

Demi Allah, jawabannya adalah bisa! Dan seperti biasa, setelah saya menjabarkan jawaban-jawaban yang terjawab oleh Al-Qur’an, saya akan mencoba menjabarkan kesimpulan dari pemahaman sebisa saya. Karena blog ini berisi tentang ide dan perspektif pribadi saya. Perlu diingat, bahwa ilmu saya hanyalah setetes air, sedangkan ilmu Allah seluas tujuh samudra. Begitu kira-kira sabda Rasul Allah Muhammad saw.

• • – – –

Dimulai dari Nabi Adam dan Manusia Purba, mana yang lebih dahulu? Nabi Adam yang lebih dulu diturunkan, baru setelah itu ada yang disebut sebagai Manusia Purba? Atau sebelum Nabi Adam turun sudah ada Manusia Purba lalu dimusnahkan agar memberi tempat bagi sang Khalifah dan Nabi pertama untuk menjalankan tugas dari-Nya? ATAU, malah ada sebuah kehidupan yang terjadi jauh sebelum penciptakan Khalifah Nabi Adam dan Manusia Purba?

Jika kita mengambil pelajaran dari beberapa (terjemahan) ayat Al-Qur’an: “Dan Dialah yang memulai penciptaan itu, kemudian Dia mengembalikannya/mengulangi kembali ciptaan itu, dan mengulangi itu lebih mudah bagi-Nya. Dia memiliki sifat Yang Mahatinggi di langit dan bumi, dan Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.” (Q.S. Ar-Ruum [30] : 27)

Dan dapat juga dipelajari dari (terjemahan) ayat surah-surah lainnya, seperti (Q.S. Yunus [10] : 34), (Q.S. Al-Anbiya’ [21] : 104), (Q.S. Al Buruuj [85] : 13), (Q.S. An-Naml [27] : 64), (Q.S. Al-Ankabut [29] : 19) dan (Q.S. Ar-Ruum [30] : 11).

Setelah saya meninjau pemikiran saya lewat (terjemahan) ayat-ayat tersebut, betapa bodohnya kita sebagai makhluk jika kita hanya berpikir bahwa alam semesta ini hanya satu kali diciptakan oleh Allah, berkembang, dan hancur di hari kiamat, dan selesai. Lalu disambung kehidupan rohani abadi di akhirat.

Terlalu remeh tampaknya jika kita berpikir bahwa Allah hanya menciptakan langit dan bumi yang luasnya tak akan diketahui oleh siapapun selain diri-Nya, hanya untuk kita manusia. Maka, dengan (terjemahan) ayat-ayat yang saya cantumkan diatas, menjadi jelas bahwa Allah dapat dengan mudah menciptakan dan mengulanginya kapanpun dan berapapun sesuai kehendak-Nya. Allah mampu mengulanginya sampai pada jumlah yang tak terbatas. Mudah sekali bagi-Nya. Allah mampu membuat alam kembar atau pararel. Allah Mahakuasa membuat duplikat sampai bermiliar Bumi beserta isinya yang sama persis ataupun berbeda.

• • • – –

Dalam ilmu pengetahuan, kita banyak mendengar teori penciptaan alam semesta yang disebut “Big Bang“, yang menyatakan bahwa awal segalanya adalah sebuah ledakan besar, lalu mengembang terus-menerus. Juga ada teori “Big Crunch“, bahwa setelah mengembang luasan miliar tahun, daya kembangnya habis. Lalu mengkerut lagi menjadi satu titik singularitas dan musnah. Kemudian ada teori “Oscillating Universe“, bahwa titik itu akan meledak lagi mengembang cepat mengulangi kejadian awal dulu. Lalu mengkerut lagi. Kemudian mengembang lagi.

Beberapa teori yang saya cantumkan diatas, persis ya jika dikait-kaitkan dengan (terjemahan) ayat ke-27 surah Ar-Ruum? Well, itulah Al-Qur’an! Ditambah, konsep Tauhid adalah meyakini hanya Allah Yang Maha Esa, selain Allah tidak ada yang tunggal. Maka, yang ‘satu’ hanyalah Allah semata, sedang lainnya ada banyak. Termasuk alam semesta yang juga banyak, tidak hanya satu yang kita diami ini, atau yang kita lihat ini atau yang kita pelajari ini.

Maka, bila saya boleh menyimpulkan. Sebelum Nabi dan Khalifah pertama datang ke muka bumi. Sudah ada kehidupan yang nyata sebelumnya di muka bumi ini.

Sebagai panutan tambahan adalah (Q.S. Al Baqarah [2] : 30) “Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”. Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.” (Q.S. Al Baqarah [2] : 30).

Dengan banyaknya (terjemahan) ayat-ayat Al-Qur’an yang saya cantumkan disini. Maka dapat berfungsi sebagai penguat bahwa sebelum Nabi Adam, ada sebuah kehidupan nyata yang terjadi di muka bumi. Menurut syariat Islam, Adam tidak diciptakan di Bumi, tetapi diturunkan dimuka bumi sebagai manusia dan diangkat/ditunjuk Allah sebagai Khalifah (pemimpin/pengganti/penerus) di muka bumi atau sebagai makhluk pengganti yang tentunya ada makhluk lain yang di ganti, dengan kata lain adalah Nabi Adam bukanlah makhluk berakal pertama yang menghuni di Bumi (atau alam semesta).

• • • • –

Lalu, siapakah “makhluk” yang dikhawatirkan oleh para Malaikat pada (terjemahan) ayat 30 Al-Baqarah diatas? Sebagian berpendapat bahwa mereka adalah dari golongan jin. Dan sebagian berpendapat mereka adalah makhluk yang menyerupai manusia, tetapi memiliki karakteristik yang primitif dan tidak berbudaya (tidak lain berarti inilah yang biasa disebut Manusia Purba).

Seperti yang kita ketahui bahwa Allah SWT tidak menyukai “mubazir.” Jadi, sangat mubazir kalau Allah menciptakan alam semesta yang maha luas ini hanya untuk kepentingan kita (manusia) yang ada di Bumi. Maka dari itu, saya menjadi sangat terinspirasi untuk menguak tentang teori yang dapat dengan luas dikaji ini.

Kita bahas dari sudut pandang mereka yang berpendapat bahwa makhluk sebelumnya adalah dari golongan jin. Ada sebagian ulama yang berpendapat sedemikian merujuk dari Q.S. Al Hijr [15] : 27. Inilah bunyi (terjemahan) ayatnya: “Dan Kami telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas.” (Q.S. Al Hijr [15] : 27). Maka para ulama tersebut berpendapat bahwa: “Yang dimaksud dengan makhluk sebelum Adam diciptakan adalah Jin yang suka berbuat kerusuhan.” Seperti dalam kitab tafsir Ibnu Katsir. Menurut salah seorang perawi hadits yang bernama Thawus al-Yamani, salah satu penghuni sekaligus penguasa/pemimpin di muka bumi adalah dari golongan jin. Walaupun begitu pendapat ini masih diragukan karena manusia dan jin hidup pada dimensi yang berbeda. Sehingga tidak mungkin manusia menjadi pengganti bagi Jin. Namun, pendapat ini akan saya bahas lagi pada salah satu paragraf-paragraf berikutnya.

Lalu, dari sudut pandang mereka yang berpendapat bahwa Manusia Purba itu ada. Dari (terjemahan) ayat Al-Baqarah 30, banyak mengundang pertanyaan, siapakah makhluk yang berbuat kerusakan yang dimaksud oleh malaikat pada ayat di atas? Dalam Arkeologi, berdasarkan fosil yang ditemukan, memang ada makhluk lain sebelum manusia. Seperti yang populer diistilahkan macam Homo heidelbergensis, Homo rhodesiensis, Homo neanderthalensis, dan mungkin juga termasuk Homo antecessor. Mereka nyaris seperti manusia, tetapi memiliki karakteristik yang primitif dan tidak berbudaya. Volume otak mereka lebih kecil dari manusia, oleh karena itu, kemampuan mereka berbicara sangat terbatas karena tidak banyak suara vowel yang mampu mereka bunyikan.

Sebagai contoh Pithecanthropus Erectus memiliki volume otak sekitar 900 cc, sementara Homo Sapiens memiliki volume otak di atas 1000 cc (otak kera maksimal sebesar 600 cc). Maka dari itu bisa diambil kesimpulan bahwa semenjak 20.000 tahun yang lalu, telah ada sosok makhluk yang memiliki kemampuan akal yang mendekati kemampuan berpikir manusia pada zaman sebelum kedatangan Nabi Adam. TETAPI! itu menurut beberapa ahli. Yang bisa jadi, bukan merujuk kepada Al-Qur’an saat melalukan studi. Karena kebanyakan anggapan adalah, bahwa manusia modern adalah evolusi dari Manusia Purba.

Para kaum Evolusionis, sampai sekarang belum pernah memiliki bukti otentik tentang kebenaran Teori Evolusi. Terbukti dengan kisah kepalsuan Manusia Piltdown:

Tengkorak Manusia Piltdown dikemukakan kepada dunia selama lebih dari 40 tahun sebagai bukti terpenting terjadinya “evolusi manusia”. Akan tetapi, tengkorak ini ternyata hanyalah sebuah kebohongan ilmiah terbesar dalam sejarah. Pada tahun 1912, seorang dokter terkenal yang juga ilmuwan paleoantropologi amatir, Charles Dawson, menyatakan dirinya telah menemukan satu tulang rahang dan satu fragmen tengkorak dalam sebuah lubang di Piltdown, Inggris. Meskipun tulang rahangnya lebih menyerupai kera, gigi dan tengkoraknya menyerupai manusia.

Spesimen ini diberi nama “Manusia Piltdwon”. Fosil ini diyakini berumur 500.000 tahun, dan dipamerkan di berbagai museum sebagai bukti nyata evolusi manusia. Selama lebih dari 40 tahun, banyak artikel ilmiah telah ditulis tentang “Manusia Piltdown”, sejumlah besar penafsiran dan gambar telah dibuat, dan fosil ini diperlihatkan sebagai bukti penting evolusi manusia. Tidak kurang dari 500 tesis doktoral telah ditulis tentang masalah ini.

Pada tahun 1949, Kenneth Oakley dari departemen paleontologi British Museum mencoba melakukan “uji fluorin”, sebuah cara uji baru untuk menentukan umur sejumlah fosil kuno. Pengujian dilakukan pada fosil Manusia Piltdown. Hasilnya sungguh mengejutkan. Selama pengujian, diketahui ternyata tulang rahang Manusia Piltdown tidak mengandung fluorin sedikit pun. Ini menunjukkan tulang tersebut telah terkubur tak lebih dari beberapa tahun yang lalu. Sedangkan tengkoraknya, yang mengandung sejumlah kecil fluorin, menunjukkan umurnya hanya beberapa ribu tahun.

Penelitian lebih lanjut mengungkapkan bahwa Manusia Piltdown merupakan penipuan ilmiah terbesar dalam sejarah. Ini adalah tengkorak buatan; tempurungnya berasal dari seorang lelaki yang hidup 500 tahun yang lalu, dan tulang rahangnya adalah milik seekor kera yang belum lama mati! Kemudian gigi-giginya disusun dengan rapi dan ditambahkan pada rahang tersebut, dan persendi-annya diisi agar menyerupai pada manusia. Kemudian seluruh bagian ini diwarnai dengan potasium dikromat untuk memberinya penampakan kuno.

Le Gros Clark, salah seorang anggota tim yang mengungkap pemalsuan ini, tidak mampu menyembunyikan keterkejutannya dan mengatakan: “bukti-bukti abrasi tiruan segera tampak di depan mata. Ini terlihat sangat jelas sehingga perlu dipertanyakan – bagaimana hal ini dapat luput dari penglihatan sebelumnya?” Ketika kenyataan ini terungkap, “Manusia Piltdown” dengan segera dikeluarkan dari British Museum yang telah memamerkannya selama lebih dari 40 tahun. Skandal Piltdown dengan jelas memperlihat-kan bahwa tidak ada yang dapat menghentikan para evolusionis dalam rangka membuktikan teori-teori mereka. Bahkan, skandal ini menunjukkan para evolusionis tidak memiliki penemuan apa pun yang mendukung teori mereka. Karena mereka tidak memiliki bukti apa pun, mereka memilih untuk membuatnya sendiri.”Lihat lebih lengkap disini.

Dampak yang terjadi karena penemuan Manusia Piltdown adalah, pengabaian para ilmuwan terhadap penemuan fosil Australopithecine macam Taung child yang ditemukan oleh Raymond Dart pada 1920 di Afrika Selatan. Para ilmuwan terjerumus pada blind alley dan mempercayai penemuan Manusia Piltdown.

Sebagian berpendapat, bahwa Manusia Piltdown hanyalah cara Inggris untuk mengklaim bahwa manusia pertama berasal dari daratannya. Walaupun begitu, penemuan-penemuan lainnya tentang fosil-fosil purba yang menyerupai manusia kera, tidaklah palsu dan dipergunakan sebagai dasar Teori Evolusi. Pada 2003, kepalsuan karir Charles Dawson’s terkuak.

• • • • •

Bagaimana jika hal ini dipecahkan dengan Al-Qur’an? Subhanallah!, sepertinya saya berhasil menemukan sebuah pencerahan. Menurut saya, benar adanya manusia kera. Namun, dia bukanlah makhluk yang digantikan oleh Nabi Adam, bukan pula cikal bakal dari kita semua. Pada Q.S Al Baqarah [2] : 65-66 yang berbunyi: “Dan sesungguhnya telah kamu ketahui orang-orang yang melanggar diantaramu pada hari Sabtu, lalu Kami berfirman kepada mereka: “Jadilah kamu kera yang hina”. Maka kami jadikan yang demikian itu peringatan bagi orang-orang dimasa itu, dan bagi mereka yang datang kemudian, serta menjadi pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.”

Pada (terjemahan) ayat ke 66 surah Al Baqarah diatas, disebutkan bahwa “Maka kami jadikan yang demikian itu peringatan bagi orang-orang dimasa itu, dan bagi mereka yang datang kemudian, serta menjadi pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.” Allah memiliki rencana agar peristiwa yang tercantum pada (terjemahan) ayat tersebut, menjadi pelajaran “bagi mereka yang datang kemudian.” Maka bisa disimpulkan, bahwa manusia kera adalah “orang-orang yang melanggar diantaramu pada hari Sabtu.” (Ayat yang mempunyai arti yang serupa adalah (Q.S. Al-Araf [7] : 166)). Maka dari itu, jika saat ini saya membuat tulisan ini. Tidak lain karena Allah memang mempersiapkan ayat ini untuk bisa menjadi “pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.”

– • • • •

PERTANYAANNYA? Siapa orang-orang tersebut? Yang diwajibkan atas mereka hari Sabtu?

Langsung saja saya cantumkan beberapa (terjemahan) ayat Al-Qur’an:

“Sesungguhnya diwajibkan (menghormati) hari Sabtu atas orang-orang (Yahudi) yang berselisih padanya. Dan sesungguhnya Tuhanmu benar-benar akan memberi putusan di antara mereka di hari kiamat terhadap apa yang telah mereka perselisihkan itu.” (Q.S. An-Nahl [16] : 124).

“Dan telah Kami angkat ke atas (kepala) mereka bukit Thursina untuk (menerima) perjanjian (yang telah Kami ambil dari) mereka. Dan kami perintahkan kepada mereka: “Masuklah pintu gerbang itu sambil bersujud”, dan Kami perintahkan (pula) kepada mereka: “Janganlah kamu melanggar peraturan mengenai hari Sabtu”, dan Kami telah mengambil dari mereka perjanjian yang kokoh.” (Q.S. An-Nisa [4] : 154).

JAWABANNYA! Well, tidak lain dan tidak bukan, mereka adalah sebagian dari orang-orang Yahudi. Yang diwajibkan atas mereka hari Sabtu.

– – • • •

Jika memang orang-orang Yahudi-lah yang dikutuk oleh-Nya menjadi “kera yang hina.” Apakah Yahudi adalah keturunan kera? Tentu saja tidak!

Para Mufassir sepakat yang dikutuk menjadi kera, bukanlah seluruh bangsa Yahudi pada saat itu. Melainkan sebagian dari mereka saja yang melanggar perintah-Nya. Jika kita cermati lagi pada penggalan (terjemahan) ayat ke 65-66 surah Al-Baqarah:Maka kami jadikan yang demikian itu peringatan bagi orang-orang dimasa itu.” Bisa diartikan, bahwa tidak semua orang-orang pada saat itu yang dikutuk menjadi kera yang hina dina. Karena Allah menginginkan peristiwa tersebut menjadi sebuah peringatan bagi orang-orang dimasa tersebut. Bahkan para mufassir mengatakan bahwa kejadian itu hanya menimpa penduduk suatu desa saja, yang hidup di tepi pantai, di mana pekerjaan mereka adalah menangkap ikan di laut. Allah telah melarang mereka untuk menangkap ikan di hari Sabtu, karena hari itu adalah hari khusus untuk beribadah.

Jika kita pahami ayat ini: Dan tanyakanlah kepada Bani Israil tentang negeri yang terletak di dekat laut ketika mereka melanggar aturan pada hari Sabtu, di waktu datang kepada mereka ikan-ikan mereka terapung-apung di permukaan air, dan di hari-hari yang bukan Sabtu, ikan-ikan itu tidak datang kepada mereka. Demikianlah Kami mencoba mereka disebabkan mereka berlaku fasik.” (Q.S. Al-Araf [7] : 163). Adalah landasan para mufassir dalam mentafsirkan jika Yahudi yang terkutuk itu, adalah para penghuni sebuah desa dekat pantai. Dan bukan semua orang Yahudi yang terkutuk.

Sebagai bukti, mereka (mufassir) menafsirkan lagi dari ayat ini: “Maka tatkala mereka melupakan apa yang diperingatkan kepada mereka, Kami selamatkan orang-orang yang melarang dari perbuatan jahat dan Kami timpakan kepada orang-orang yang zalim siksaan yang keras, disebabkan mereka selalu berbuat fasik. ” (Q.S. Al-Araf [7] : 165). Ayat berikut menerangkan lebih jelas bahwa tidak semua penduduknya desa itu ikut jadi kera (tidak juga seluruh Yahudi).

– – – • •

Lantas, apa dosa mereka? Hingga Allah sampai murka dan menjadikan mereka kaum yang hina?

Mereka melanggar ujian dari Allah, untuk tidak menangkap ikan pada hari Sabtu. Karena justru di hari Sabtu itulah ikan-ikan bermunculan dengan jumlah yang sangat banyak. Tapi selain hari tersebut, ikan-ikan seolah lenyap. (Lihat Q.S. Al-Araf [7] : 163).

Karena itulah, sebagian dari penduduk desa itu melakukan kecurangan. Yaitu, mereka memasang perangkap pada hari Jum’at sore menjelang masuknya hari Sabtu. Pada hari Sabtu mereka tetap beribadah. Dan pada hari Minggu, perangkap-perangkap itu telah dipenuhi ikan. Cara yang mereka tempuh ini tetap dianggap sebuah pelanggaran oleh Allah. Dan oleh karenanya, mereka yang melakukannya dikutuk menjadi kera yang hina.

– – – – •

Mengapa Allah sampai murka dan mengutuk sebagian orang-orang Yahudi tersebut? Bagi kebanyakan orang, mungkin pelanggaran tersebut terkesan remeh. Dan hukuman yang didapatkan sangatlah pedih. Namun, memang azab Allah memanglah pedih.

Sebagian dari sifat-sifat Yahudi yang tertera pada Al-Qur’an adalah: Hati mereka sudah tertutup akan Islam karena dilaknat oleh Allah SWT yang disebabkan oleh kekufuran mereka sendiri. (Lihat Q.S Al-Baqarah [2] : 88, 120, 145 dan 146). Maka tidak heran jika sebahagian orang-orang itu mendapatkan azab yang hina, dikarenakan mereka melanggar perjanjian yang sudah berkali-kali dilanggar. (Lihat Q.S Al Baqarah [2] : 64). Tentu saja Allah memiliki kehendak-Nya.

• – – – – – – – – –

Lalu, bagaimana dengan manusia kera? Bagaimana ayat-ayat Al-Qur’an dapat menjelaskan tentang penemuan-penemuan terkini tentang Manusia Purba? Ingatlah lagi dan lagi ayat ini: Maka kami jadikan yang demikian itu peringatan bagi orang-orang dimasa itu, dan bagi mereka yang datang kemudian, serta menjadi pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.(Q.S Al Baqarah [2] : 66). Tentu saja, bagi sebahagian kita yang ingat dan memperhatikan kebesaran Tuhannya, akan dijadikan sebuah bukti agar kita dapat mempelajarinya.

Jadi, apakah Manusia Purba itu ada? Saya berani menjawab jika yang dimaksud dengan Manusia Purba adalah nenek moyang anak-anak Adam, maka saya jawab TIDAK! Sudah sangat jelas dari pembahasan ayat-ayat tentang Yahudi yang terkutuk menjadi kera yang hina. Mengapa seolah-olah semua orang masih beranggapan bahwa teori evolusi benar?

Kalau yang disebut Manusia Purba adalah manusia-manusia yang dikutuk oleh Allah menjadi kera yang hina, maka benar adanya. Karena bukti fosil dari Manusia Kera (sekarang saya sebut seperti ini) banyak ditemukan oleh para ahli yang terkenal. Sesuai dengan firman Allah: Maka kami jadikan yang demikian itu peringatan bagi orang-orang dimasa itu, dan bagi mereka yang datang kemudian, serta menjadi pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.(Q.S Al Baqarah [2] : 66). Maka Allah benar-benar menepati janji-Nya untuk memberikan pelajaran kepada orang-orang yang akan datang.

Jangan heran jika banyak ditemukan fosil-fosil manusia yang menyerupai kera. Ingat! jika Yahudi yang terkutuk tersebut, dijadikan kera yang hina. Bukan kera seperti pada umumnya sekarang. Tentu wujudnya bukanlah sebaik kera-kera yang ada sekarang. Dan memang, fosil-fosil yang ditemukan bukanlah wujud seekor kera murni.

Contohnya seperti Homo heidelbergensis, Homo rhodesiensis, Neanderthal, Homo antecessor, dan masih banyak lagi. Wujud mereka tidak seperti kera-kera pada umumnya. Dan memang mereka bukanlah kera murni.

• – – – – • – – – –

Pertanyaannya, bagaimana bisa orang-orang Yahudi yang dikutuk menjadi kera yang hina bisa menjadi Manusia Kera yang fosil dan bukti kebenarannya bisa ditemukan dimana-mana? Selain karena Allah memang mempersiapkan semua ini untuk kita pelajari, ada beberapa penjelasan lainnya.

Untuk menjawabnya, kita perlu mengetahui dimana kira-kira letak dilaknatnya orang-orang Yahudi tersebut. Kalau kita buka kitab tafsir, misalnya Al-Jami’ li Ahkamil Quran karya Al-Imam Al-Qurtubi rahimahullah, disebutkan bahwa ada beberapa riwayat yang berbeda dalam menetapkan desa yang dimaksud. Menurut Ibnu Abbas ra., Ikrimah dan As-Suddi, nama desa itu adalah Aylah. Dalam riwayat lain menurut Ibnu Abbas juga, nama desa itu adalah Madyan. Terletak di antara Aylah dan At-Thuur.

Sedangkan menurut Az-Zuhri namanya adalah Thabariyah. Dan Qatadah serta Zaid bin Aslam mengatakan namanya Maqnat, yang terletak di pantai negeri Syam.

Dari beberapa nama kota yang terdapat dalam bermacam pendapat, Madyan dan Syam adalah yang berhasil saya pahami. Madyan terdapat di dua negara, Kota Madyan di Arab Saudi dan Madyan, Pakistan. Keduanya terletak di Asia. Sedangkan Syam, tidak lain dan tidak bukan adalah Syria (Suriah).

Lalu bagaimana para Manusia Kera tadi bisa bertebaran? Pada ayat: Q.S Al Baqarah [2] : 65-66 yang berbunyi: “Dan sesungguhnya telah kamu ketahui orang-orang yang melanggar diantaramu pada hari Sabtu, lalu Kami berfirman kepada mereka: “Jadilah kamu kera yang hina”. Maka kami jadikan yang demikian itu peringatan bagi orang-orang dimasa itu, dan bagi mereka yang datang kemudian, serta menjadi pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.”

Pada ayat diatas, Allah mengutuk orang-orang Yahudi tersebut menjadi “Kera yang hina.” Disini tidak disebutkan bahwa orang-orang Yahudi tersebut dikutuk seutuhnya menjadi kera secara fisik dan pikiran, atau hanya fisiknya saja. Namun, pada hakikatnya, orang-orang Yahudi adalah manusia yang pintar. Walaupun, mungkin sebagian akalnya menjadi kera, mereka pasti mempunyai kemampuan otak yang lebih tinggi dari pada kera murni, namun tidak setinggi manusia.

Sesuai dengan kasus-kasus penemuan Manusia Purba, mereka juga memiliki peradabannya sendiri-sendiri. Sedangkan kasus-kasus ditemukannya para Manusia Purba tersebut, kebanyakan ditemukan di daerah Afrika sampai ke China.

Bisa dimaklumi, jika para Manusia Kera yang terkutuk dari orang-orang Yahudi tadi. Akhirnya pergi meninggalkan tempat asalnya dengan berbagai alasan. Karena Benua Asia, Afrika dan Eropa masih bisa dijelajahi dengan jalur darat. Maka memungkinkan jika para Manusia Kera tadi untuk melakukan perjalanan dan terpecah belah. Ditambah, pada ayat tersebut, kata ‘hina’ juga bisa diartikan sebagai ‘dibenci.’ Kemungkinan, para Yahudi yang masih taat kepada Allah, mengusir para Yahudi yang terkutuk tersebut hingga akhirnya mereka berpencar.

Karena pada ayat disebutkan bahwa mereka yang terkutuk itu adalah peringatan bagi orang-orang dimasa itu, dan bagi mereka yang datang kemudian, serta menjadi pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.” Maka, banyak kemungkinan kepunahan mereka adalah karena mereka tetap bertahan hidup untuk beberapa waktu berdampingan/bersaing dengan para manusia-manusia biasa karena mereka sebagai peringatan bagi orang-orang dimasa itu.” Mereka bisa dijadikan budak atau mungkin diburu karena meresahkan masyarakat. Sehingga hidup mereka sulit dan menjadi primitif dengan mendiami goa-goa dan menggunakan alat seadanya untuk bertahan hidup. (Lihat artikel ini untuk mendapatkan informasi lebih).

Lantas, mengapa dengan jelasnya ayat-ayat Al-Qur’an dan kebenaran-Nya. Masih sering ditemui teori tentang Evolusi Manusia? Bahkan, saat saya menjalani Ujian Nasional, soal tentang teori ini ada! MasyaAllah! Tidak lain dan tidak bukan, bisa kita ambil hubungan antara sifat-sifat Yahudi dengan para Manusia Kera itu yang notabene adalah dari kalangan orang-orang Yahudi sendiri. Seperti yang sering disebutkan di Al-Qur’an, sifat-sifat Yahudia adalah:

Keras hati dan zalim (Q.S. Al-Baqarah [2] : 75, 91, 93, 120, 145, 170; Q.S. An-Nisa [4] : 160; Q.S. Al-Maidah [5] : 41) = Inilah yang membuat Allah murka karena kezaliman mereka.

Amat mengetahui kekuatan dan kelemahan orang-orang Islam seperti mereka mengenal anak mereka sendiri (Q.S. Al-Anam [6] : 20) = Dengan kata lain, disinilah letak keunggulan Yahudi sekarang (dan dahulu). Mereka mengerti kita para umat Islam, mereka mengerti kelemahan kita. Mereka dapat dengan mudah mengacaukan dan berbuat kerusakan. Jumlah Yahudi tidaklah sebanyak orang Islam, namun dengan perbekalan pengetahuan yang baik tentang orang-orang Islam, tentu mudah bagi mereka untuk melawan kita. Karena itulah, teori tentang Evolusi Manusia bisa saja dijadikan alat untuk membuat umat Muslim yang tidak pernah menyentuh Al-Qur’an agar lalai dan tidak mengerti.

Menyembunyikan bukti kebenaran (Q.S. Al-Baqarah [2] : 76,101,120,146; Q.S. Ali Imran [3] : 71) = Bermodalkan pengetahuan tentang Rasulullah, ditambah pula dengan sifat mereka yang menyembunyikan bukti kebenaran. Habislah sudah!

Dan lihatlah secara jelas dan lebih banyak di artikel ini.

Itulah Al-Qur’an, cahayanya terang benderang untuk menyinari manusia akan kegelapan ilmu. Saya sangat menikmati dalam menulis artikel ini, karena saya merasakan secara langsung keajaiban Al-Qur’an dalam menyelesaikan persoalan-persoalan hidup. Karena saya bukanlah seorang ahli yang meneliti kasus ini bertahun-tahun, saya hanyalah mahasiswa yang mencoba membuat artikel ini dengan waktu tak lebih dari seminggu. Namun, karena Al-Qur’an, rasanya artikel ini begitu berbobot dan dapat di buktikan. Maha Suci Allah!

• – – – – • • – – –

Kembali membahas pokok permasalahan artikel ini. Maka disimpulkan bahwa, Nabi Adam-lah yang lebih dahulu diciptakan sebelum Manusia Kera. Karena kemungkinan, manusia-manusia kera tersebut adalah masih keturunan Nabi Adam yang menjadi orang-orang Yahudi pada masa kenabian setelah Nabi Adam.

Selanjutnya, adakah penghuni langit dan bumi sebelum Nabi Adam dan Manusia Kera? Adakah penghuni langit di luar sana? Adakah Alien?! Benarkah Alien tersebut benar-benar penghuni langit selain Jin, Malaikat atau Manusia?

Semenjak awal abad ke-20, masyarakat semakin antusias dengan makhluk ini. Apalagi, banyak beredar bukti-bukti yang menginformasikan bahwa keberadaan makhluk langit itu ada. Lewat foto-foto atau kisah-kisah dari seseorang. Dengan laporan adanya kendaraan bercahaya, atau makhluk-makhluk aneh.

Beberapa pemuka beranggapan, jika suatu saat ditemukan adanya kehidupan di luar Bumi, maka dogma-dogma agama akan terbantahkan. Itu sebabnya, beberapa pemuka agama tertentu merasa segan untuk berurusan dengan topik ini dan memilih tidak mepercayai keberadaannya.

Tidak sama dengan yang lainnya, Islam muncul sebagai penerang. Allah berfirman: “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah menciptakan langit dan bumi serta makhluk-makhluk­ melata Yang Dia sebarkan pada keduanya. Dan Dia Maha Kuasa mengumpulkan semuanya apabila dikehendaki-Nya­.” (Q.S. As-Syuura [42] : 29).

Pada ayat diatas, “langit” lebih cenderung mengacu pada luar angkasa, bukan atmofer Bumi. Islam sebagai Rahmatan lil ‘alamin (rahmat bagi alam semesta), menerima keberadaan makhluk hidup di luar angkasa sebagai bagian dari ciptaan Allah yang Mahakuasa.

Jadi, apakah Alien atau UFO bisa dianggap sebagai suatu kebenaran?

Allah tidak pernah menyebutkan tentang makhluk-makhluk beradab selain Jin, Malaikat dan Manusia. Juga tidak disebutkan adanya planet lain yang memiliki kehidupan. Kasus ini sering menjadi perdebatan di kalangan Alim Ulama.

Di dalam Al-Qur’an maupun Hadits, sering disebut-sebut tentang para penduduk langit. Sebagian ulama menafsirkan penduduk langit adalah para malaikat yang menjalankan tugasnya di seluruh penjuru langit. Namun, ada sebuah Hadits yang menarik tentang kasus ini:

Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya Allah, MalaikatNya, serta penduduk langit dan bumi, hingga semut yang ada di dalam lubangnya, dan ikan-ikan di lautan, (semuanya) bersalawat atas orang yang mengajarkan kebaikan pada manusia” (HR. Tirmidzi).

Pada Hadits diatas, Rasulullah membedakan antara “Malaikat-Nya” dan “penduduk langit.” Ada yang berpendapat bahwa penduduk langit adalah orang-orang yang di surga. Ada pula pendapat bahwa para penduduk langit adalah para nabi yang sudah wafat. Keduanya bisa saja benar. Namun, ada sebuah artikel yang menarik, mereka berpendapat bahwa penduduk langit terdiri dari malaikat dan makhluk-makhluk selain malaikat, yang dalam hal ini merupakan rahasia Allah. Allah berkuasa untuk menciptakan makhluk-makhluk berperadaban di berbagai planet di seluruh penjuru alam semesta. Tidak disebutkan dalam Al-Qur’an bukan berarti mereka tidak ada. Sebagaimana kesamaan, di dalam Al-Qur’an hanya disebutkan tentang 25 nabi dan rasul. Namun jumlah nabi yang sesungguhnya sangatlah banyak (sekitar 125.000 orang). Karena yang wajib diimani hanyalah ke-25 nabi dan rasul tersebut. Baca perbedaan antara rasul dan nabi disini.

Tidak usah diambil pusing, hanya Allah-lah yang tau pasti keberadaan atau ketidakberadaan makhluk-makhluk penghuni langit selain Jin dan Malaikat. Namun, jika suatu saat terbukti bahwa ada penghuni langit, maka itu tidak bukan adalah bukti kebenaran firman Allah, dan memang Allah-lah Mahabenar! Karena Islam adalah rahmat bagi seluruh alam semesta, bukan hanya Bumi yang terinjak oleh kita.

• – – – – • • • – –

Namun, bagi Kalian yang tetap belum terpuaskan. Mungkin teori ini bisa dijadikan pelajaran. Belakangan muncul beberapa fenomena yang menggegerkan mengenai Alien dan UFO. Banyak kasus-kasus yang menimbulkan rasa penasaran. Beberapa mengaku telah diculik atau ditemui oleh makhluk-makhluk ini. Ditambah dengan fenomena Crop Circle. Mereka yang mengaku diinterogasi oleh Alien dan kemudian dilepaskan setelah diberi informasi-informasi yang aneh. Antara lain:

  1. Umumnya mereka mengaku berasal dari gugusan bintang, seperti Pleiades, Orion, dsb. Meskipun ada yang mengaku sebagai penduduk asli bumi keturunan dinosaurus yang punah.
  2. Umumnya mereka mengaku sudah lama mengamati manusia dan tidak memiliki niat buruk.
  3. Umumnya mereka memberi informasi tentang sejarah bumi dan alam semesta yang berbeda-beda menurut versi masing-masing jenis Alien.
  4. Dan yang paling mengkhawatirkan, mereka menyampaikan tentang sejarah keberadaan manusia (ataupun tentang Adam dan Hawa) yang sangat bertentangan dengan apa yang selama ini tertera pada Al-Qur’an.

Dan parahnya, cerita itu berbeda-beda versi pula tergantung jenis Aliennya. Bahkan ada yang mengaku sebagai pencipta manusia melalui rangkaian percobaan mutasi pada kera-kera purba. Sumber

Akibatnya, telah banyak orang yang terjerumus dalam Atheis, atau bahkan menghambakan diri pada makhluk-makhluk itu. Salah satu makhluk yang mengaku keturunan asli dinosaurus (Reptilian Race) bahkan mengaku perduli dengan umat manusia dan memberitahukan bahwa manusia diciptakan sebagai hasil rekayasa genetik oleh Alien yang disebut Elohim untuk kelak dijadikan budak. Dalam bahasa Hebrew Elohim berarti adalah Tuhan.

Sebagai seorang muslim yang berpegang teguh pada Firman-Nya, seharusnya kita sudah mengetahui apa motif dibalik tujuan dari informasi-informasi tersebut. Yaitu, menyebarkan informasi yang secara berkelanjutan dapat menjauhkan manusia dari Agama.

Alhamdulillah, sebagai seorang muslim yang dibekali Al-Qur’an, dijelaskan bahwa di bumi ini juga ada makhluk berakal lain selain kita, yaitu bangsa Jin. Kita tahu bahwa beberapa golongan Jin memiliki kemampuan untuk mewujudkan diri di dimensi manusia. Dan kita juga tahu bahwa, sebagian dari mereka yang disebut sebagai Syaitan, juga memiliki motif yang identik yaitu menjerumuskan manusia dalam kesesatan.

Dari gambaran diatas, kita bisa berkesimpulan mengenai siapa dalang dari semua mis-informasi ini. Perlu diperhatikan juga dalam referensi buku “Dialog dengan Jin Muslim” karya Muhammad Isa Dawud, diberitakan bahwa beberapa golongan Jin (terutama Syaitan), memiliki pula teknologi yang sangat maju, yang mungkin mustahil bagi manusia untuk mengikutinya. Bisa jadi disebabkan karena kelebihan fisik mereka yang bahkan sanggup memindahkan benda-benda berat dalam waktu sekejap seperti dikisahkan pada Nabi Sulaiman as. Jadi berdasarkan keterangan-keterangan tersebut, kemungkinan besar biang keladi dari penyesatan ini tak lain adalah Syaitan yang menyamar sebagai Alien. Sumber

Islam mengajarkan kita untuk menempatkan diri secara benar.

Kesimpulannya, Menurut Al-Qur’an dan Pemahaman Manusia Tentang Alam Semesta, Manusia Purba, Nabi Adam dan Alien, InsyaAllah telah saya kupas habis pada artikel ini.

Apa yang saya tulis pada artikel ini, sebagian besar memiliki sumbernya masing-masing. Dan sumber paling terpercaya adalah Al-Qur’an, sedangkan tafsirannya adalah usaha manusia dalam memahami Firman-Nya. Soal kebenaran dan ketepatan artikel ini, hanya Allah yang bisa secara tepat menilainya, Allahu ‘alam. :)

Tak lupa, saya hanyalah seorang Adith Widya Pradipta. Saya masih haus akan ilmu dan saya sangat ingin bermanfaat bagi agama Allah. Aamiin.

Saya akhiri, Wassalamu ‘alaikum…

Nice to be seen

Visit my Tumblr, TwitterFacebookInstagram

Love this article? Why not read more!

91 thoughts on “Menurut Al-Qur’an dan Pemahaman Manusia Tentang Alam Semesta, Manusia Purba, Nabi Adam dan Alien

  1. Subhanallah, saya sangat terkesan dg artikel anda.. Namun ada beberapa pertanyaan dibenak saya.. Bilang dikatakan bahwa manusia kera itu adalah mereka yg melanggar hari sabtu(yahudi) d zaman musa as. Dan kita tau bahwa nabi musa hidup jauh setelah nabi adam, lalu siapa yang “dikhawatirkan” para malaikat bahkan sebelum adam turun. Siapa yang dikatakan “manusia yg merusak, menumpahkan darah dsb”… Sedang kita tau bahwa malaikat itu memiliki akal yang statis, tidak dinamis.. Asumsi saya ketika malaikat berkata demikian, berarti malaikat telah melihat mahluk yang disangka manusia oleh mereka. Tapi Allah menjawab “Aku mengetahui yang tidak kamu ketahui”. Mungkin(Allahualam), ada dua pengertian manusia, secara fisik dan akal. Ketika malaikat mengatakan“mereka menumpahkan darah” mereka menyangka bahwa Allah akan menurunkan mahluk yg sama ke bumi dg yg slalu menumpahkan darah.. Padahal yg akan Allah turunkan adalah mahluk yg lebih sempurna dan diberi akal… Mungkin anda ingat ketika Allah bertanya kpd malaikat nama2 di bumi lalu mereka tdk bisa jawab, dan Allah bertanya kpd adam lalu adam bisa menjawab, dan tersungkurlah malaikat bersujud pada adam kecuali iblis. Ini mengindikasikan bahwa MANUSIA yg Allah maksud adalah “mahluk yg dibuat dari tanah, yg d beri akal pikiran(mengetahui nama benda2), diberi perasaa seperti layaknya kita. Sedangkan mahluk yg d khawatirkan malaikat adalah “mahluk yg d ciptakan dari tanah(hewan), tidak memiliki akal, dan tdk memiliki perasaan” kesimpulannya menurut saya, manusia purba itu adalah HEWAN. Dan manusia pertama adalah NABI adam as. Terimakasih

    • Benar, bahwa mungkin sebelum Nabi Adam turun sudah ada kehidupan dimana ada Makhluk yg menyerupai bentuk manusia namun memiliki akal yg sangat dangkal dan perusak. Di artikel ini, tujuan terbesar saya adalah menyangkal teori revolusi! Dan saya ingin mencari sebenarnya siapakah manusia purba tersebut. Maka saat saya menemukan surat tentang keberadaan manusia kera yang terkutuk, maka saya secara spontan menganggap itu sebagai salah satu jawaban. Namun, saya tetap akan membuka pikiran saya untuk jawaban2 terbaru yang mungkin akan lebih baik! :)

      Tapi satu yang pasti, bahwa Manusia tidak berasal dari Bumi. Namun diturunkan dari Surga. Terimakasih komennyaaa! :)

      • “Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”. Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.” (Q.S. Al Baqarah [2] : 30)

        “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”. –> nabi Adam.

        “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” –> “orang yang akan membuat kerusakan padanya (bumi) dan menumpahkan darah (sesama manusia)” bukan “orang yang telah membuat kerusakan padanya (bumi) dan menumpahkan darah ??? ”

        jadi… kalo menurut aku, yg dikhawatirkan malaikat adalah keturunan adam. secara… liat aja zaman sekarang ini keagimana?
        tap Allah SWT menjawab “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”.

        secara keseluruhan aku suka artikel ini :)
        good job kak.

    • “Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”. Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.” (Q.S. Al Baqarah [2] : 30)

      “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”. –> nabi Adam.

      “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” –> “orang yang akan membuat kerusakan padanya (bumi) dan menumpahkan darah (sesama manusia)” bukan “orang yang telah membuat kerusakan padanya (bumi) dan menumpahkan darah ??? ”

      jadi… kalo menurut aku, yg dikhawatirkan malaikat adalah keturunan adam. secara… liat aja zaman sekarang ini keagimana?
      tap Allah SWT menjawab “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”.

      secara keseluruhan aku suka artikel ini :)
      good job kak.

      • Terimakasih buat komen dan masukannya. Semoga bisa jadi referensi tambahan untuk pembaca lainnya! Makasih juga kalo suka sama artikel ini! JazakAllah! 😄

  2. Jadi manusia purba yang kita pelajari d buku2 sejarah sekolah, yg d gaungkan oleh para penyembah “teori revolusi” adalah tdk lebih dari HEWAN yang bahkan islam tdk menyangkal bahwa hewan lebh dulu tinggal d bumi bahkan sebelum Nabi adam turun ke bumi. Hewan yang menyerupai bentuk manusia, namun tdk memiliki akal.. Dan Allah tidak menganggap itu sbg manusia, melainkan hewan. Maka Allah menjawab “aku tau apa yang tidak kalian tahu”. Kemudian Allah memberikan gambaran apa yang dimaksud “tidak kalian tau”. Allah merujuk pada “akal dinamis” yg d berikan kepada adam yang tdk malaikat ketahui.. Apa yg membedakan hewan dan manusia? adalah akal, ketika manusia tdk menggunakan akalnya, maka sama saja seperti hewan. Sekali lagi ini hanya opini saya, hanya Allah yang Maha tau tentang semua yg tdk kita ketahui… Saya terkesan dg tulisan anda, pemikiran yg tajam utk menyorot masalah ini. Tp kita memiliki pandangan yg sama bahwa teori evolusi itu dusta, dan Al-quran adalah kebenaran yg mutlak. Wassalam….

      • bisa tunjukkan dalil ttg golongan jin itu >> Kita tahu bahwa beberapa golongan Jin memiliki kemampuan untuk mewujudkan diri di dimensi manusia. >> ??

        (A)lanjut lg point ini >>“Dan Dialah yang memulai penciptaan itu, kemudian Dia mengembalikannya/mengulangi kembali ciptaan itu, dan mengulangi itu lebih mudah bagi-Nya. Dia memiliki sifat Yang Mahatinggi di langit dan bumi, dan Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.” (Q.S. Ar-Ruum [30] : 27)

        bagaimana anda brpendapat, bahwa Allah menciptakan sesuatu yg sebelumny tidak sempurna kemudian mengulangi penciptaan itu >> hal ini dikaitkan dgn creatures yg bergerak aktif semula tak berakal kemudian menjadi berakal.. ?

        seolah menggambarkan nabi adam bukan manusia pertama.. (dari statment anda ttg “pengganti pemimpin”)

        (B)Setelah saya meninjau pemikiran saya lewat (terjemahan) ayat-ayat tersebut, betapa bodohnya kita sebagai makhluk jika kita hanya berpikir bahwa alam semesta ini hanya satu kali diciptakan oleh Allah, berkembang, dan hancur di hari kiamat, dan selesai. Lalu disambung kehidupan rohani abadi di akhirat.>> sbg muslim, kita tidak memiliki parameter ttg “waktu” hal yg salah kalo berpikiran “sekali” dan jelas diluar kemampuan akal ktk menjangkau “diulang kembali” (qt tak tau brp repetition ny?)

        tapi yg perlu dipahami Allah memiliki penetapan waktu tertentu dan itu tak bisa di elak… karena nyata (yg memuaskan akal itu) setiap sistem dlm hidup ada batas..
        kalo brpikirnya ttg pengulangan kembali kehidupan manusia d bumi… wah itu tidak ada di dalil manapun.. sampai kaum kuffar menangis ingin djadikan tanah lho… gak akan bisa mewujud…

        (c) anda mengaji dimana? bahaya mentafsirkan ayat alquran per potongan ayat…

        (d) saya setuju kalo kera manusia itu berupa wujud nyata kutukan..

        (e) last saying… apapun yg ada di bumi tidak semuanya menggambarkn apa-apa yg dijelaskan al-quran… landasan nya bukan fakta bumi…
        perlu diingat, bhwa al-quran itu menyeru manusia u/ memutuskn sesuatu sesuai syara’ dgn melihat bukti keberadaan Allah nyata sesuai fitrah ato kemampuan manusia…

        >>menyeru manusia melihat/berpikir/merenung ttg alam sekitar

      • Terimakasih banyak buat masukkannya yang panjang. Saya akui memang tulisan ini masih sangat jauh dari kata ‘Sempurna.’ Dan saya akui saya bukan Ulama atau ahli agama saat saya menulis ini. Disini saya memang berharap suatu saat akan ada komen yang sangat berbobot dan menguji tulisan ini.

        Saya tidak bisa menjawab satu persatu pertanyaan Anda. Karena saya harus melalui banyak proses pembelajaran sampai saya benar2 bisa menjawabnya.

        Namun, komentar Anda membuat postingan saya ini menjadi lebih berwarna dengan pandangan2 lain.

        Saya mohon maaf jika postingan ini membuat Anda terganggu. Namun, saya tetap berterima-kasih dengan komentar Anda yang membuat saya banyak melihat kekurangan dari postingan ini.

        Terimakasih! :)

    • Terimakasih! Komentar yang saya sukai! Saya tidak pernah berkata bahwa artikel ini 100% benar. Dengan adanya komen ini, saya harap pembaca dapat memfilter informasi yang didapat dengan lebih baik lagi. :)

  3. menurut saya mahluk purba dulu yg diciptakan di bumi baru nabi Adam AS,knp dikatakan mahluk purba karena mereka sejenis hewan dan bukan manusia ,,saya tidak setuju klo menurut anda manusia purba itu bangsa yahudi yg di kutuk ,,logika nya klo mereka di kutuk sejarah pasti bercerita bahwa manusia purba itu bangsa yahudi ,sedangkan para arkeolog menemukan fosil manusia purba diperkirakan jutaaan tahun yg lalu, jauh sebelum bangsa yahudi ada :)

    • Pendapat yang bagus! Lebih bagus lagi jika Anda benar2 mencari tahu tentang kebenarannya dan mempublish-nya entah via sesama artikel blog atau lainnya. Terimakasih atas masukkan dan komennya! Saya harap ini dapat menjadi pertimbangan yang bagus untuk para pembaca. :)

  4. Tidak ada kesalahan apapun bagi hamba yg sedang dalam rangka berlomba-lomba dalam kebaikan. Sudah sepantas apa kita menjastifikasi sesat dan berbahaya kpd orang lain? sementara hanya Allah yg tau bahwa kita termasuk umat yg selamat atau tidak. Mirisnya lagi, justifikasi itu justru tertuju kpd yg jelas2 sedang membicarakan Sang Kholik. Dan kenapa tidak mengatakan sesat kepada pemabuk dan penjual minuman memabukannya? kpd para penjudi, penjinah, dan para koruptor? sedangkan sudah jelas2 mereka yang sesat, mereka yg tidak pakai quran sbg pedoman (kalau pakai tdk akan berbuat seperti itu) dan jelas2 sedang dalam rangka kemungkaran kpd Allah. So silahkan untuk bahan introspeksi diri bagi kita semua. Fastabikul khairat!

    • Alhamdulillah, saya suka sekali dengan komentar Anda. Mari semua berlomba-lomba dalam kebaikan! Disini niatan saya murni untuk menyebarkan sesuatu yang baik. Mohon maaf jika ada kesalahan :)

  5. Ah so tau luh
    Nabi adam itu mahluk pertama di bumi
    Kalau luh bkn ulama jgn sok soan menerjemahkan , bisa” terjemahan u sesat bangsat. Tau ga luh.. Ngaji sm solat dibenerin. Dasar dia nyanyahoanan bae sia sok hebat mereun

    • anda seperti halnya manusia kera yang otaknya hanya 1/2 sendok teh saja.perkataan anda.seperti ayah anda adalah sang pemabuk dan penjudi sedangkan ibu anda adalah pelacur jalanan.. buat robi dongo jika ingin bebicara.tolong berbicaralah menggunakan akal dan pikiran yang di berikan oleh allah swt.

    • ulama juga manusia…
      manusia diciptakan untuk menjadi khalifah di bumi ini..
      hanya Allah swt yg Maha Mengetahui dan Maha segala2nya,jd taq pantas qt sbgai sesama hamba-Nya saling menyalahkan n merasa paling benar,padahal ilmu qt hnya stetes air di alam semesta yg luas..
      trims ksh,ats kajiannya..
      mari qt sma2 berlomba2 dalam kebaikan n mengharap ridho Allah swt..
      amiiin..

  6. Seiring waktu berjalan pastilah semua misteri itu akan terjawab manakala tetap disandarkan pada Alquran dan sunnah ,untuk mencari jawabannya.Karena kebenaran Alquran itu kebenarannya mutlak(bagi yg mengimaninya).Sebagai contoh kasus proses perkembangan janin bayi dalam rahim dalam Alquran sudah dijelaskan dengan rinci tahapan-tahapannya(14 abad yg lalu),sedangkan pembuktian secara ilmiah baru bs dibuktikan di abad 20.Jadi bukan hal yg mustahil teka-teki manusia purba,alien atau makhluk lain di luar bumi itu akan terjawab seiring dengan perkembangan iptek dikalangan umat islam.Alquran telah menyediakan semua jawabannya.Tinggal kitalah yang dituntut untuk membuktikannya secara ilmiah,untuk menambah keimanan kpd Alloh SWT.Karena kita diperintahkan untuk senantiasa berfikir tentang siapa kita,untuk apa kita diciptakan,bumi dan langit kenapa diciptakan.Jika pemikiran kita ada yg tdk selaras dgn Alquran bukan berarti ayat yg salah,tp pemikiran kitalah yg terbatas.Peradaban(ipoleksosbudaghankam) manusia terkait erat dengan sistem hidup apa yg mendominasi pada saat tsb.Jika Sistem yg dianut bukannlah sistem Islam maka peradabannya pun tidak bernilai Islami.Sehingga pola fikir dan pola hidup manusia pun jauh dr nilai2 Islam.Dan semakin jauhlah dari jawaban dr kasus2 diatas.Sudah sepantasnya lah kita yg hidup saat ini mulai bangkit untuk membuktikan kebenaran Alquran(Islam) sebagai sistem hidup.Karena hanya dengan itulah peradaban manusia bisa lebih maju dan di ridhoi Alloh SWT.Sudah tak terhitung peradaban yg dimusnahkan dan hilang,itu krn peradaban tsb jauh dr nilai2 dan sitem hidup yg dikehendaki Sang Khaliq yang notabene adalah pemilik dan pencipta seluruh alam semesta ini.Iman itu perlu pembuktian bukan hanya sekedar kata2,harus diyakini dalam hati(tasdiq),diucapkan dgn lisan(ikrar),dan diamalkan dengan perbuatan(pembuktian dgn langkah dan riset).Saya suka dengan artikel anda terlepas dr kekurangan2nya,tp mudah2an itu bs menjadi pemicu bagi pembaca untuk senantiasa berfikir kritis dgn berlandasan yg jelas(AlQuran).

      • Asss.
        ad btul ny jg, tpi kurang penjelasan yang detail.
        jls2 d surah al baqarah malaikat bertanya k rabbny ? Apakh engkau hendak membuat manusia sbgai khalifah? Sedangkan ia suka membuat bertumpah darah n berbuat kerusakan di bumi ? D sini malaikat sdh tw bahwa mnusia bkal sperti it .
        lo bca kisah habil n qabil d alquran Sewktu qabil membunuh habil. It merupakah pertumparan darah yg pertama. N bakal d turuti smpai k umat muhammad .
        n ini ap yg d khawatirkan malaikat it trjd.
        it masalh hhalifah td.

        masalh kisah nabis musa yg sebagian kaum ny menjadi kera yg hina dina.
        lo bca kisah nabi Musa lebar dada nya aj ad yang bilang 3 hasta or 7 hasta. Jd tk heran klu manusia purba it besar. Karena umat nabi muhammad saw umat yg pling kecil. Jd ibarat ny dinausorus it hewan yg hidup seprti hewan2 skrng . Ex: qt lht gjah it besar. Munkin dinaosarus yg serupa gjah dlu. It gjanya nabi2 terdahulu.

        ingt surah alquran pertama yg turun surah al alaq. Ayat pertamanya iqra= bacalah.
        d sni qt d suruh mempelajari alquran n fenomena2 alam yg terjd baik dulu, skrng n akan datang.

        n brulang2 allah swt menyuruh berfikir. N akan ak pelihatkan tnda2 kebesaranku agar kamu berfikir.

        jd sdh jlas manusia purba ialah manusia yg hidup d jaman nabi musa as yg kena kutuk. Sedangkan dinaosaurus adalah hewan d jaman ny nabi2 terdahu.

        jgn mudah percaya. Cz yg bwt buku sejarah pertma hnyl orng2 kafir. Yg ingn menyesatkan qt.

        sbagaiman allah berfirman n kebayakan ahli kitab ia menyesatkan orang2 yg tdk pnya ilmu, wlaupun meraka menyadarinya bahwa it benar.

      • Wa’alaikumsallam,
        Mungkin benar juga pendapat Anda. Tapi apakah saya bisa benar2 percaya bahwa Dinosaurus adalah “Gajah-nya” Nabi2 terdahulu? Hahaha, saya agak geli dengan pendapat Anda yang satu ini. Terimakasih atas komennya, by the way! :)

    • Terimakasih! :D

      Saya sudah lama gak baca2 lagi untuk masalah beginian. Kalo menurut saya, dari beberapa pengetahuan saya aja, saya masih rada ragu Dinosaurus itu ada. Hehehe. Tapi ini hanya asumsi dari saya saja, saya masih belum tau. Mungkin kalo sudah saatnya saya diberi pengetahuan lebih, mungkin saat itu saya bisa jawab pertanyaan Anda! :)

      • Assalamu’allaikum :)
        Menurut sya dinosour,manusia purba itu ada hanya wktu dan tempat nya sja berbeda. Yg jelas klw memang benr manusia itu hasil dr revolusi kera? Logika nya apa skrg manusia berevolusi?????
        Inti nya manusia purba itu hewan bukan manusia,
        Semoga nnti d hari pembalasan allah mengungkap smw rahasia ny yg mnjdi rasa penasran qt slma ini,
        آمِيْن…. آمِيْن…. يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ.

  7. Ana suka dgn Artikel Antum,, Simple nya untuk menjawab itu semua adalah “Wallahu’alam”
    Pada dasarnya Manusia memiliki batasan untuk mengetahui kekuasaan Allah… :)

  8. Jadi ada orang “Yahudi” yang hidup sebelum Nabi Adam??
    Bagaimana mungkin??? Yahudi sendiri adalah keturunan Yakub AS, keturunan Ishaq AS, keturunan Ibrahim AS, yang artinya Yahudi juga keturunan Adam AS… setuju??

    Cerita ente loncat2 plot waktunya …

    Nabi Adam hidup HANYA sekitar 11ribu taun yang lalu. Coba cari tahu umur “Manusia purba” yang ente sebut di atas,,, umurnya puluhan ribu s.d. ratusan ribu taun yg lalu lho…

  9. pada awalnya pertanyaan tentang lebih dulu nabi adam a.s atau manusia purba sudah ada dipikiran saya sejak duduk di kelas 1 smp. ketika saya bertanya kepada guru saya dia tidak memberikan jawaban yang pasti yang dapat saya jadikan sebuah pegangan, namun ketika SMA pertanyaan tersebut kembali muncul dan kali ini dijawab oleh guru SMA saya yang juga merupakan pembina rohis, beliau mengatakan bahwa teori evolusi itu tidak benar telah di buktikan oleh kalau saya tidak salah seorang prof. yang bernama Harun Yahya dalam sebuah DVD yg sampai sekarang saya belum pernah menontonnya :(

    tapi, artikel anda cukup memberikan saya jawaban yang saya sangat harapkan, walaupun saya masih kurang paham yang dimaksud dengan ” mereka yang melanggar pada hari sabtu sebab hari sabtu khusus untuk beribadah “.
    sudi kiranya dijelaskan :)

    • Terima kasih! Sebelumnya, saya minta maaf jika ada kesalahan pada artikel ini. Karena tentunya artikel ini masih sarat dengan kesalahan. Tujuan saya, bukanlah meggurui pembaca dengan isi artikel ini. Saya hanya mencoba mencari-cari jawaban di semua media yang bisa saya raih, dan saya tuliskan hasil-hasil yang saya dapatkan disini.

      Untuk masalah pertanyaan Anda. Sebenarnya bisa dengan jelas diketahui dari tulisan saya jika Anda menyimak dengan baik. :)

      • terima kasih atas saran nya, sepertinya kesalahan memang ada pada saya yaitu kurang menyimak, insyaallah saya akan baca dengan teliti kembali agar tidak dalam kebingungan lagi.
        afwan, syukron ^_^

  10. Assalamualaikum..
    Artikel anda bagus sekali..anda mengkajinya melalui Alquran..dari beberapa artikel yg saya baca n telusuri bahwa jauh sebelum nabi Adam menjadi kaalifah di muka bumi Allah SWT telah menciptakan sejenis makhluk lain bukan manusia (mungkin golongan jin) dimana kaum itu dimusnahkan oleh Allah karena mereka berbuat kerusakan dimuka bumi..mereka gemar berperang dsb..dan mereka memiliki kemampuan n tekhnologi yg sangat cerdas n luar biasa melebihi kemampuan kita dizaman sekarang..hal ini terbukti dgn dtemukannya bukti arkeologi penemuan reaktor nuklir purba yg mana lbh canggih dr buatan manusia modern di gabon yg berusia ratusan juta tahun..serta penemuan benda2 hightech berusia jutaan tahun..silahkan googling sendiri gan..hehee..dan bahkan menurut arkeologis perang mahabarata itu bukan hanya sekedar mitos namun memang benar pernah terjadi..n itu adalah perang menggunakan senjata pemusnah massal semacam nuklir..hal ini diperkuat temuan adanya radiasi nuklir kuno berusia jutaan tahun..yg benar2 merontokkan teori evolusi..

    Jadi kesimpulan saya..bahwa nabi Adam AS adalah manusia pertama di bumi sekaligus nenek moyang kita manusia modern..namun beliau bukanlah ‘makhluk’ pertama yg diciptakan oleh Allah SWT..seperti yg kita ketahui bahwa malaikat jin dan iblis telah lebih dulu diciptakan olehNya..

    • Terima kasih untun komennya. Saya sangat menghargainya. Kesimpulan dari komen Anda adalah, Anda tidak percaya tentang teori evolusi. Terlepas dari kisah seperti apa yang Anda percayai dibaliknya. Namun, yang juga saya percayai adalah, Nabi Adam a.s. memang bukan makhkuk pertama yang diciptakan baik di akhirat maupun di Bumi.

      Jazakallah buat komennya :)

      • Iya gan..saia juga yakin demikian..sebab saya jg mempelajari kitab ilmu tafsir dr beberapa kiyai..teori evolusi hanyalah pemikiran salah dari darwin yg kemudian dikembangkan menjadi kerangka teoritis kaum2 sesat seperti beberapa secret society..mereka memanfaatkan tenarnya teori tsb demi kepentingan tertentu..

  11. Assalamualaikum, Hi Adit. Artikel yang luar biasa, yang menurut saya sudah ditulis dengan bukti-bukti yang dapat dipertanggungjawabkan. Saya Gunawan, seorang mahasiswa Magister Ilmu Lingkungan di salah satu universitas di Bandung, dan pernah belajar biologi selama 4 tahun.
    Saya baru saja berdiskusi dengan dosen saya, yang sudah professor dan mengajar filsafat beberapa tahun lamanya. Kami mendiskusikan kehidupan ‘manusia’ lain sebelum nabi Adam, dan Qs. Al-Baqarah ayat 30 menjadi acuan bagi kami untuk menyimpulkan bahwa terdapat manusia yang lain sebelum nabi Adam, karena pada ayat tersebut Allah berkata “Sesungguhnya Kami akan menjadikan KHALIFAH di muka bumi”, Khalifah, atau pemimpin, berarti sebelumnya sudah ada manusia namun belum ada sebelumnya seorang khalifah atau pemimpin. itu yang kami simpulkan. dibuktikan dengan penemuan fosil-fosil manusia purba yang diperkirakan ada lebih dahulu sebelum nabi Adam (bukan manusia kera tentunya).

    Namun saya kurang setuju dengan pernyataan anda bahwa teori evolusi itu tidak benar. Sudahkah anda membaca buku The Origin of Species yang ditulis LANGSUNG oleh Charles Darwin? kalau belum saya sarankan anda untuk membacanya sebelum anda bisa menyatakan teori tersebut salah. Saya, selaku insan biologi, yang satu semester lamanya mempelajari Teori-Teori Evolusi di bangku kuliah, belum berani menyatakan apakah teori-teori tersebut salah ataupun benar, ya, saya masih mencari sampai sekarang.
    Saya selaku muslim, yang mengimani ke-enam rukun Iman, mempercayai bahwa Nabi adam adalah Manusia Berakal sekaligus Nabi Pertama yang diturunkan ke bumi, lalu menurut anda, Allah yang Maha Pintar, yang bahkan menciptakan setiap benda (hidup dan tak hidup) di muka bumi ini dari atom yang dapat bergerak 400mil per detik dan energi yang tak terbatas, yang menciptakan setiap makhluk hidup di muka bumi ini dari asam amino yang tersusun oleh senyawa C, O, H dan N dengan bantuan cahaya kosmik, Beliau Allah SWT yang Maha Pintar dari yang paling pintar akan menurunkan nabi Adam ke dunia ini dalam peristiwa yang “Tiba-Tiba” dan tanpa proses yang rumit? sungguh Allah adalah khalik yang tanpa cela, walaupun Beliau (Allah SWT) dapat menciptakan apapun sesuai kehendakNya, namun pasti terdapat banyak keistimewaan dalam setiap ciptaannya, termasuk penciptaan nabi Adam, pasti akan ada prosesnya, MUNGKIN saja beliau (nabi Adam) dilahirkan oleh manusia sebelumnya yang sudah ada di muka bumi ini? yang belum kita tahu rupanya seperti apa. MUNGKIN saja Allah SWT menurunkan radiasi cahaya yang sangat hebat sehingga menimbulkan mutasi yang menyebabkan EVOLUSI? kita semua masih mencari tahu jawabannya, tentu saja berlandaskan ilmu pengetahuan dan ilmu transendental (Agama, dalam hal ini Al-Quran), karena ilmu itu rumit, teori itu rumit, perlu usaha untuk disangkal, begitupun dengan teori evolusi.

    ketika ada pernyataan harimau berkerabat dengan kucing, apakah anda setuju? atau ketika ada pernyataan anjing berkerabat dengan srigala, apakah anda setuju? bagaimana dengan ikan piranha dan ikan bawal yang berkerabat dekat, anda setuju? jika anda menyetujui satu atau lebih pernyataan-pernyataan tersebut secara sadar ataupun tidak sadar, maka anda MENYETUJUI teori evolusi. lalu mengapa kebanyakan orang menyangkal teori evolusi? karena mereka salah kaprah mengartikan BERKERABAT dengan BERASAL DARI. Charles Darwin hanya menyatakan kalau kita BERKERABAT dengan kera (terbukti 99% asam nukleat kita menyerupai simpanse dan orangutan), lalu siapa yang menjadi nenek moyang siapa? belum ada yang megetahui sampai sekarang dan masih menjadi perdebatan. tentu saja, para ilmuwan atheis berdebat dengan berdasar pada ilmu pengetahuan yang mereka dewakan, sedangkan kita berdebat dengan berdasar ilmu pengetahuan dan Al-quran. NAMUN, saya sarankan, anda membaca lebih dalam mengenai teori evolusi sebelum anda MENYATAKAN kalau teori itu salah. karena pasti ada alasan mengapa teori tersebut bertahan selama ini, jika sudah waktunya kelak ada kesimpulan yang menyatakan teori tersebut benar atau salah (semoga saja ilmuwan Muslim), pasti akan ada perubahan pula dalam kurikulum biologi yang dielajari di sekolah.

    sangat banyak sebetulnya yang ingin saya diskusikan dengan mahasiswa cerdas seperti anda, tapi karena kolom comment ini terbatas, kita lanjut dilain kesempatan, mungkin.

    Regards
    Gunawan

  12. Assalamualaikum, Hi Adit. Artikel yang luar biasa, yang menurut saya sudah ditulis dengan bukti-bukti yang dapat dipertanggungjawabkan. Saya Gunawan, seorang mahasiswa Magister Ilmu Lingkungan di salah satu universitas di Bandung, dan pernah belajar biologi selama 4 tahun.
    Saya baru saja berdiskusi dengan dosen saya, yang sudah professor dan mengajar filsafat beberapa tahun lamanya. Kami mendiskusikan kehidupan ‘manusia’ lain sebelum nabi Adam, dan Qs. Al-Baqarah ayat 30 menjadi acuan bagi kami untuk menyimpulkan bahwa terdapat manusia yang lain sebelum nabi Adam, karena pada ayat tersebut Allah berkata “Sesungguhnya Kami akan menjadikan KHALIFAH di muka bumi”, Khalifah, atau pemimpin, berarti sebelumnya sudah ada manusia namun belum ada sebelumnya seorang khalifah atau pemimpin. itu yang kami simpulkan. dibuktikan dengan penemuan fosil-fosil manusia purba yang diperkirakan ada lebih dahulu sebelum nabi Adam (bukan manusia kera tentunya).

    Namun saya kurang setuju dengan pernyataan anda bahwa teori evolusi itu tidak benar. Sudahkah anda membaca buku The Origin of Species yang ditulis LANGSUNG oleh Charles Darwin? kalau belum saya sarankan anda untuk membacanya sebelum anda bisa menyatakan teori tersebut salah. Saya, selaku insan biologi, yang satu semester lamanya mempelajari Teori-Teori Evolusi di bangku kuliah, belum berani menyatakan apakah teori-teori tersebut salah ataupun benar, ya, saya masih mencari sampai sekarang.
    Saya selaku muslim, yang mengimani ke-enam rukun Iman, mempercayai bahwa Nabi adam adalah Manusia Berakal sekaligus Nabi Pertama yang diturunkan ke bumi, lalu menurut anda, Allah yang Maha Pintar, yang bahkan menciptakan setiap benda (hidup dan tak hidup) di muka bumi ini dari atom yang dapat bergerak 400mil per detik dan energi yang tak terbatas, yang menciptakan setiap makhluk hidup di muka bumi ini dari asam amino yang tersusun oleh senyawa C, O, H dan N dengan bantuan cahaya kosmik, Beliau Allah SWT yang Maha Pintar dari yang paling pintar akan menurunkan nabi Adam ke dunia ini dalam peristiwa yang “Tiba-Tiba” dan tanpa proses yang rumit? sungguh Allah adalah khalik yang tanpa cela, walaupun Beliau (Allah SWT) dapat menciptakan apapun sesuai kehendakNya, namun pasti terdapat banyak keistimewaan dalam setiap ciptaannya, termasuk penciptaan nabi Adam, pasti akan ada prosesnya, MUNGKIN saja beliau (nabi Adam) dilahirkan oleh manusia sebelumnya yang sudah ada di muka bumi ini? yang belum kita tahu rupanya seperti apa. MUNGKIN saja Allah SWT menurunkan radiasi cahaya yang sangat hebat sehingga menimbulkan mutasi yang menyebabkan EVOLUSI? kita semua masih mencari tahu jawabannya, tentu saja berlandaskan ilmu pengetahuan dan ilmu transendental (Agama, dalam hal ini Al-Quran), karena ilmu itu rumit, teori itu rumit, perlu usaha untuk disangkal, begitupun dengan teori evolusi.

    ketika ada pernyataan harimau berkerabat dengan kucing, apakah anda setuju? atau ketika ada pernyataan anjing berkerabat dengan srigala, apakah anda setuju? bagaimana dengan ikan piranha dan ikan bawal yang berkerabat dekat, anda setuju? jika anda menyetujui satu atau lebih pernyataan-pernyataan tersebut secara sadar ataupun tidak sadar, maka anda MENYETUJUI teori evolusi. lalu mengapa kebanyakan orang menyangkal teori evolusi? karena mereka salah kaprah mengartikan BERKERABAT dengan BERASAL DARI. Charles Darwin hanya menyatakan kalau kita BERKERABAT dengan kera (terbukti 99% asam nukleat kita menyerupai simpanse dan orangutan), lalu siapa yang menjadi nenek moyang siapa? belum ada yang megetahui sampai sekarang dan masih menjadi perdebatan. tentu saja, para ilmuwan atheis berdebat dengan berdasar pada ilmu pengetahuan yang mereka dewakan, sedangkan kita berdebat dengan berdasar ilmu pengetahuan dan Al-quran. NAMUN, saya sarankan, anda membaca lebih dalam mengenai teori evolusi sebelum anda MENYATAKAN kalau teori itu salah. karena pasti ada alasan mengapa teori tersebut bertahan selama ini, jika sudah waktunya kelak ada kesimpulan yang menyatakan teori tersebut benar atau salah (semoga saja ilmuwan Muslim), pasti akan ada perubahan pula dalam kurikulum biologi yang dielajari di sekolah.

    sangat banyak sebetulnya yang ingin saya diskusikan dengan mahasiswa cerdas seperti anda, tapi karena kolom comment ini terbatas, kita lanjut dilain kesempatan, mungkin.

    Regards
    Gunawan

    • Saya apresiasi komentar anda..namun kalau boleh saya juga berkomentar bahwa Allah itu maha berkehendak..jika Dia ingin mencipta sesuatu “kun fayakun” terjadi maka terjadilah..tiada sinar radiasi..tiada sinar cosmic..dan itu adalah rahasia Allah..dan hanya Dia yg mengetahui..

      Dan benar pendapat anda bahwa darwin tidak pernah menyatakan bahwa manusia berevolusi dr sejenia kera..tapi pengagum n pendukung teori inilah yg menyatakannya..namun perlu anda ketahui teori ini pada waktu itu dmanfaatkan oleh sekelompok org masa itu utk tujuan tertentu..saya kira anda tau bahwa pembantaian oleh nazi berlandaskan prinsip evolusi..dimana mnurut mereka hanya ras unggul yg bertahan..

      Mgkin pada masanya dgn keterbatasan tekhnologi manusia wktu itu percaya akan teori ini sampai pd akhirnya terbukti bahwa ini bagian sdr konspirasi internasional..pendangkalan akidah..ditemukan banyak pemalsuan2 fosil dsb..

      Jika benar teori evolusi itu benar maka seharusnya kera modern atau primata yg hidup jaman modern tak kan pernah ada..secara teori mereka telah berevolusi..kenyataannya..sampai saat ini kera n primata masih ada..

      Berdasarkan banyak kajian ilmiah yg saya ikuti teori evolusi itu sendiri telah disusupi sekelompok secret society demi tujuan tertentu..anda bisa cari sendiri artikel ilmiahnya..

      Kalau anda memang muslim sejati maka anda harusnya paham bahwa ilmu pengetahuan n agama itu seiring sejalan..tak ada satupun ayat tuhan itu dusta..tapi memang memahami isi alquran bukan semudah memahami artikel..saran saya pelajari alquran lebih dalam maka anda akan semakin menyadari bahwa iptek ada didalamnya..

      Dan pernyataan anda tentanng paham evolusi itu msh bertahan sampai skrg dapat saya jelaskan bahwa teori itu sengaja dpertahankan kaum evolusionis karena meskipun mereka tau mereka salah tak mgkin mereka merubah dogma n doktrin yg mereka sendiri pertahankan bertahun tahun lamanya..sama saja dengan menjilat ludah sendiri..ingat kaum evolusionis terdoktrin..karena apa?karena mereka hanya perlu t percaya meskipun hati kecil mereka sadar bahwa apa yg mereka pertahankan itu ternyata hanya bagian dr kebohongan sejarah…

      Mohon maaf kalo saya ada salah kata n ucapan.. :)

  13. بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
    Bagaimana Dunia Ini Bisa Ada
    Apa itu Tuhan
    Antara Dinosaurus, Makhluk Purba dan Adam AS
    Untuk Apa Kita Ada
    ?
    Yang Menciptakan ADA yang paling awal ADA ? Dialah Sang Pencipta
    Yang Menciptakan Sang Pencipta yang ADA itu ? Tuhan
    Yang Menciptakan Tuhan ? Tuhan ;
    Siapa yang menciptakan Tuhan ? Tuhan ;

    Oleh karena yang menciptakan Ada itu pasti Ada, kalau tidak ada yang menciptakan ADA itu sudah pasti ada itu akan menjadi tidak ada, jika pertanyaan itu diteruskan sampai kapanpun maka jawabannya akan berakhir pada ADA yang paling awal, dan yang menciptakan ADA yang paling awal Dialah Sang Pencipta yang Satu ( Esa ), siapa Dia Sang Pencipta yang Esa itu dialah TUHAN, dan siapa Tuhan itu ? Dialah ALLAH SWT.
    قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ
    Katakanlah: “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
    اللَّهُ الصَّمَدُ
    Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.
    لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ
    Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan,
    وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ
    dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia”.
    Segala yang ADA itu Adanya dari ALLAH SWT, lalu bagaimana dia menjadi ADA ?

    Yang pertama diciptakan ALLAH SWT adalah Muhammad dalam hal ini bukan Muhammad dalam arti sebagai manusia tetapi Muhammad dalam bentuk Nur / Cahaya Yang Suci atau Ruh Suci kemudian dari Nur Muhammad itu ALLAH SWT ciptakan segala sesuatu ( apa yang kita ketahui dan yang tidak kita ketahui, sedangkan ALLAH SWT maha mengetahui itulah maksud dari segala sesuatu disini ) dan segala sesuatu ini ada yang telah terbentuk sempurna sebagaimana keinginan ALLAH SWT senyatanya dan ada yang masih dalam bentuk Nur / Cahaya / Ruh Suci.

    Dari Abu Hurairah, ia telah berkata : Rasulullah SAW memegang tanganku kemudian bersabda : “Allah yang Maha Perkasa lagi Maha Tinggi telah menciptakan tanah (bumi) pada hari Sabtu, menciptakan padanya gunung-gunung hari Ahad, menciptakan pohon pada hari Senin, menciptakan hal-hal yang tidak disenangi pada hari Selasa, menciptakan cahaya pada hari Rabu, dan menyebarkan binatang padanya hari Kamis, dan menciptakan Adam Alaihissalam setelah Ashar pada hari Jum’at pada akhir penciptaan pada akhir waktu dari waktu-waktu Jum’at antara Ashar hingga malam” HR Muslim (2789), Kitab Sifat Kiamat, Surga, dan Neraka, Bab Permulaan Penciptaan dan Penciptaan Adam.

    Setelah segala sesuatu itu berada pada posisi yang ALLAH SWT telah tetapkan, berdasarkan Hadits diatas pada hari Sabtu ALLAH SWT menciptakan tanah ( bumi ), jadi yang pertama diciptakan ALLAH SWT adalah tanah ( bumi ) dimana masih hampa dan gelap gulita, dalam hal ini tanah ( bumi ) meliputi hamparan dataran yang membentang disemua ruang berupa daratan dan belum ada lautan.

    Setelah itu pada hari Ahad ( perlu diingat sehari hitungan waktu ALLAH SWT tidak sama dengan sehari hitungan waktu hidup manusia itu bisa berarti seratus, seribu atau bahkan seratus ribu tahun atau lebih hanya ALLAH SWT Yang Maha Mengetahui ) diatas tanah (bumi) itu ALLAH SWT ciptakan ( letakan ) gunung-gunung agar hamparan tanah ( bumi ) yang telah diciptakan tadi tidak bergoncang ( Al-Quran 21-31 dan 78-7 )

    Kemudian setelah hamparan tanah (bumi) itu telah diletakan gunung-gunung, pada hari Senin ALLAH SWT ciptakan / letakan pohon-pohon ( segala bentuk tumbuh-tumbuhan )

    Kemudian pada hari Selasa ALLAH SWT ciptakan / letakan hal-hal yang tidak disenangi, oleh sebab pada saat itu yang masih ada hanya tanah ( bumi ), gunung-gunung dan pohon-pohon tentu yang dimaksud dengan hal-hal yang tidak disenangi disini adalah hal-hal yang tidak disenangi oleh ketiga ciptaan tersebut, dalam hal ini Allah ingin menguji keteguhan dan ketangguhan ketiga ciptaannya tersebut, hal-hal yang tidak disenangi ini adalah gempa-gempa dan lain sebagainya, yang tidak kita ketahui hanya ALLAH SWT Yang Maha Mengetahui, sehingga berubah bentuklah hamparan tanah ( bumi ) tadi akibat hal-hal yang tidak disenangi itu dan pecahan-pecahannya merubah bentuk bumi, yang menyebabkan keluarlah air yang menjadikan lautan dan sungai-sungai, setelah itu turunlah hujan untuk menumbuhkan pohon-pohon ( segala bentuk tumbuh-tumbuhan ) yang rusak.

    Setelah itu pada hari Rabu ALLAH SWT ciptakan ( letakan ) Cahaya, dalam hal ini cahaya-cahaya yang menerangi bumi yaitu Matahari dan Bulan, maka teranglah bumi.

    Setelah itu pada hari Kamis ALLAH SWT ciptakan ( letakan ) binatang, dalam hal ini segala bentuk binatang. Jika kita ingin menarik garis secara Keilmuan baik Antropologi maupun sejarah peradaban bumi, disaat ini lah hidup Dinousaurus, setelah itu makhluk-makhluk purba kala dan makhluk yang menyerupai manusia (itu lah mengapa makhluk-makhluk ini umur keberadaannya lebih lama dari manusia ). Mengapa dikatakan menyerupai manusia.

    Surah Al-Israa’ ayat 70 : …dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkat mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.

    Berdasarkan ayat diatas dapat dipahami bahwa ALLAH SWT mengatakan bahwa sesunggguhnya manusia tidaklah sama dengan makhluk-makhluk lain yang telah Ia ciptakan ( kata telah disini berarti makhluk-makhluk yang ada sebelum manusia ada ) Dimana manusia memiliki kelebihan dan kesempurnaan yang jauh lebih baik dibandingkan makhluk-makhluk lain yang terlebih dahulu ALLAH SWT ciptakan.

    Dalam Surah Al-Baqarah ayat 30 : Ingat lah ketika Allah berfirman kepada para Malaikat sesungguhnya aku hendak menjadikan seorang Khalifah di muka Bumi.”Mereka berkata”. Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi, yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan Mensucikan Engkau ? Tuhan berfirman “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kalian ketahui”.

    Ketika ALLAH SWT menjelaskan keinginannya ( dalam hal ini meskipun semuanya telah dipersiapkan dan ditetapkan oleh ALLAH SWT ) untuk menjadikan seorang khalifah dimuka bumi, seorang disini adalah suatu bentuk makhluk sedangkan khalifah adalah yang akan mengurus atau mengelola bumi berdasarkan petunjuk ( kekuatan akal ) dan ketetapan ALLAH SWT (Takdir) dan bersujud/beribadah (bertaqwa) kepada ALLAH SWT, lalu Malaikat berkata, “Mengapa Engkau hendak menjadikan khalifah dimuka bumi yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah”, kalimat pertanyaan Malaikat ini mempunyai 2 makna yang keduanya memungkinkan untuk terjadi secara bersamaan/beriringan, Pertama dapat dimaknai bahwa para Malaikat melalui suatu pengetahuan yang khusus mengetahui gambaran tentang bagaimana Makhluk Manusia itu nantinya. Kedua dapat dimaknai bahwa sesungguhnya Malaikat-Malaikat itu menggunakan pendekatan terhadap Makhluk yang pada saat itu telah berada di bumi yang kerjanya hanya membuat kerusakan terhadap apa yang telah ada dibumi dan menumpahkan darah, mereka itulah binatang-binatang dan makhluk lainnya ( yang menyerupai manusia ) yang pada saat itu telah diciptakan dan menghuni bumi namun kerap melakukan pengrusakan dan pertupahan darah karena mereka tidak diberi fungsi kekhalifahan atas bumi oleh ALLAH SWT.

    Ketidak tahuan mereka itulah yang menyebabkan Malaikat mereka-reka dan ingin meminta informasi ( bertanya ) kepada ALLAH SWT terhadap keinginan-Nya ini dan Malaikat melanjutkan, jika ALLAH SWT memaksudkan penciptaan makhluk ini untuk menyembah-Nya sedangkan mereka para Malaikat tidak pernah berhenti menyembah-Nya diantaranya dengan bertasbih dan mensucikan-Nya, dan ALLAH SWT menjawab Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kalian ketahui, ALLAH SWT mengetahui ada hikmah/kemaslahatan yang lebih besar yang ALLAH SWT persiapkan dengan dihadirkannya Makhluk Manusia ini ke muka Bumi sedangkan Malaikat-Malaikat pada saat itu belum mengetahuinya. Diantara hikmah / kemaslahatan yang lebih besar itu adalah para Nabi dan Rasul serta umat-umat manusia yang senantiasa taat dan cinta kepada ALLAH SWT. Jawaban ALLAH SWT pada ayat ini juga berkaitan tentang ketidaktahuan Malaikat terhadap hakikat sebenarnya Iblis yang ada diantara Mereka sedangkan ALLAH SWT Maha Mengetahui, yang dalam pandangan para Malaikat Iblis adalah sama seperti mereka yang sangat taat menyebah ALLAH SWT, namun pada saat ALLAH SWT menciptakan manusia ( Nabi Adam Alaihissalam ) dan memperkenalkannya kepada Malaikat dan Iblis, maka Iblis memperlihatkan hakikat/jati dirinya yang sebenar-benarnya.

    Kemudian setelah ALLAH SWT menciptakan tanah ( bumi ), gunung-gunung, pohon-pohon, hal-hal yang tidak disenangi, cahaya dan binatang selanjutnya pada hari Jum’at tepatnya setelah Ashar Allah menciptakan makhluk manusia yang pertama yaitu Nabi Adam Alaihissalam, dan menjelang malam sempurnalah semua yang ALLAH SWT ciptakan.

    Setelah ALLAH SWT sempurnakan bentuk jasad Nabi Adam Alaihissalam, ALLAH SWT meniupkan / memasukan / memerintahkan ruh untuk masuk kedalam jasadnya, masuklah ruh tersebut dari atas mulai dari otak, mata, telinga, hidung, mulut, lidah, dada, perut, kaki dan menyebar keseluruh jasadnya.

    Setelah terjadinya peristiwa pengingkaran Iblis terhadap perintah ALLAH SWT dimana dia tidak mau melakukan sujud penghormatan kepada Nabi Adam Alaihissalam sebagaimana Malaikat, maka Iblis diusir oleh ALLAH SWT dari syurga.

    Perlu dipahami bahwa ALLAH SWT memiliki keinginan untuk menempatkan manusia di muka bumi, namun cara ALLAH SWT menempatkan/menurunkannya belum diketahui oleh para Malaikat dan Iblis, sedangkan Allah Maha Mengetahui. Jika ini tidak dipahami akan dikhawatirkan terhadap nalar kita dalam memahami rangkaian peristiwa yang terjadi terhadap Nabi Adam Alaihissalam. Dimana sesungguhnya dalam menyikapi takdir pengingkaran Iblis terhadap perintah ALLAH SWT ini, Iblis memiliki pilihan antara mengikuti dan mengingkari namun dia memilih untuk mengingkari perintah ALLAH SWT, dan ALLAH SWT murka dan menghukum Iblis untuk dimasukan kedalam Neraka, lalu Iblis bermohon (berdoa) dan ALLAH SWT mengabulkannya untuk diberi waktu agar dapat terus berada diluar Neraka/bebas ( dalam rangka membuktikan bahwa manusia tidak patut diberi penghormatan ) lalu bersumpah serapah kepada ALLAH SWT untuk menguji ketakwaan ( menyesatkan ) Adam Alaihissalam, seperti dirinya.

    Kemudian dilanjutkan dengan penciptaan Hawa serta pelanggaran yang dilakukan Nabi Adam Alaihissalam dan Hawa di Syurga akibat bujuk rayu Iblis yang mengakibatkan ketiganya diperintahkan ALLAH SWT turun ke Bumi. Maka sampai hari akhir nanti (sesuai doa/permohonan Iblis), maka Iblis akan senantiasa mengajak / menyerukan kepada semua anak cucu Adam untuk mengingkari perintah ALLAH SWT dan fitrahnya sebagai khalifah dimuka bumi, sebagai teman baginya di Neraka kelak. Maka dari itu jika seorang anak cucu Adam larut pada ajakan / seruan Iblis untuk mengingkari ALLAH SWT, maka selain dia menghinakan diri karena sesungguhnya telah diberi kehormatan oleh ALLAH SWT, dia juga telah membuat Iblis berbangga hati karena merasa benar dengan tidak melakukan sujud penghormatan kepada manusia ( Adam Alaihissalam ).

    Maka turunlah Nabi Adam Alaihissalam, Hawa dan Iblis ke bumi secara terpisah dengan tempat yang sangat berjauhan ( Nabi Adam Alaihissalam adalah manusia pertama yang ada di bumi tapi bukan makhluk yang pertama yang ada dibumi ), Nabi Adam Alaihissalam dan Hawa diturunkan ke bumi berdasarkan Sabda Rasulullah SAW memiliki tinggi 60 hasta ± 27 meter, hal ini wajar untuk mengimbangi medan, tumbuh-tumbuhsn dan hewan yang ada di bumi pada saat itu, dan tidak adanya manusia lain pada saat itu sedangkan mereka berdua hidup ditempat yang sangat berjauhan.

    Sesungguhnya umur dan bentuk fisik manusia pada setiap zamannya tidaklah sama dan terus menerus mengalami perubahan, umat manusia yang hidup pada masa Nabi Muhammad SAW ( nabi terakhir ) sampai hari ini adalah yang memiliki umur tersingkat dengan bentuk fisik terkecil dari seluruh zaman yang telah ada, diriwayatkan bahwa umat manusia yang hidup pada masa Nabi Musa Alaihissalam rata-rata berumur lebih dari 500 tahun dan semakin lama zaman manusia itu maka semakin lama umur yang diberikan ALLAH SWT kepadanya.

    Kemudian setelah waktu yang sangat lama ALLAH SWT berkenan untuk mempertemukan kembali Nabi Adam Alaihissalam dan Hawa, maka dimulai lah era/masa perkembangan makhluk yang bernama manusia di muka Bumi.

    Sedikit membahas hakikat Takdir, bahwa Takdir manusia itu dibagi kepada 2 jenis, yang Pertama adalah Takdir, yang manusia itu tidak memiliki kuasa dan upaya untuk menetukannya, dengan kata lain Takdir itu ditentukan diluar kewenangan dan pengetahuan manusia itu sendiri, seperti Takdir dirahim manusia mana seorang manusia akan diletakan ALLAH SWT untuk kemudian terlahir kedunia, Takdir tentang bentuk wajah dan tubuh yang akan dimiliki, musibah yang akan dialaminya dan apa yang akan terjadi esok hari serta dimana dan kapan manusia itu akan mati nantinya, dan lain sebagainya hal-hal yang terjadi dalam kehidupan seorang manusia namun dia tidak memiliki kekuatan dan kesadaran untuk menentukannya. Sedangkan Takdir yang Kedua adalah Takdir dimana manusia itu dalam menjalankan kehidupannya dihadapkan pada pilihan-pilihan, ketika hal itu terjadi sesungguhnya manusia atas izin ALLAH SWT memiliki kekuatan dan kesadaran untuk memilih, seperti jika dihadapkan pada pilihan antara mau pergi mencari rezeki atau tidak pergi mencari rezeki, antara mau melaksanakan sholat atau tidak mau melaksanakan sholat, antara mencari ilmu dan tidak ingin mencari ilmu. Adapun hadits Rasulullah SAW yang bermakna bahwa ALLAH SWT telah menulis Takdir segenap makhluk 50.000 tahun sebelum Dia menciptakan langit dan bumi, maka yang dimaksud disini adalah Takdir dalam pengertian yang Pertama bukanlah Takdir dalam pengertian yang Kedua.

    Yang perlu sedikit digaris bawahi adalah bahwa sifat buruk sesungguhnya dimiliki oleh setiap makhluk ciptaan ALLAH SWT yang ada di bumi, ini terbukti sebelum Iblis diturunkan ke bumi pengrusakan terhadap bumi dan pertumpahan darah itu telah ada, seandainya iblis ikut bersujud kepada Nabi Adam Alaihissalam, tantangan perjalanan hidup manusia hanya untuk mengalahkan sifat buruk yang telah ada padanya, namun karena Iblis ingkar dan diturunkan ke bumi, maka tantangan hidup umat manusia menjadi semakin berat selain untuk mengalahkan sifat buruk yang telah ada padanya, setiap manusia harus menghadapi Iblis yang membisikan / menyerukan bahwa hal-hal buruk yang kita lakukan itu adalah benar adanya, jadi Iblis sifatnya hanya membenarkan/mempertegas suatu hal buruk yang kita lakukan. Marah adalah sifat buruk manusia, namun orang yang sering mengingat ALLAH SWT akan secepat mungkin dapat menghindari marah atau bertaubat atas marah tersebut karena bisikan/seruan Iblis dianggap mereka yang sering mengingat ALLAH SWT adalah salah, tapi orang yang tidak sering mengingat ALLAH SWT akan selalu marah karena Iblis membenarkan dalam hatinya bahwa tindakan itu adalah benar. Jadi jangan heran jika orang yang sesungguhnya dalam hatinya tidak sering mengingat ALLAH SWT saat dia melakukan keburukan walaupun dia beristikhfar ataupun membaca Ayat Al-Quran namun dia tetap melanjutkan perbuatan buruk tersebut karena sesungguhnya Iblis sudah masuk dan bersemayan dihatinya dan senantiasa membenarkan perbuatan buruk itu. Jadi urutannya, suatu sifat buruk itu terfikirkan dan tergerakan dulu oleh manusia setelah itu baru iblis datang membisiki/menyerukan, atau dimulakan dulu oleh manusia, setelah itu baru Iblis masuk untuk membenarkannya. Orang yang sering mengingat ALLAH SWT pintu-pintu hatinya selalu tertutup rapat bagi Iblis, sedangkan orang yang tidak sering mengingat ALLAH SWT pintu-pintu hatinya terbuka lebar untuk Iblis keluar masuk didalamnya, jadi ketika kita mulai melakukan perbuatan buruk sesungguhnya kita mengundang/membukakan pintu bagi Iblis untuk masuk, dan apabila pintu-pintu ini sulit untuk ditutup maka sesungguhnya tanpa Iblis membisikanpun dia sudah otomatis bergegas sendiri.

    Setelah Nabi Adam Alaihissalam dan Hawa memulakan perkembangan manusia dengan melahirkan anak-anaknya sebagai manusia-manusia baru, sampai kepada kematian keduanya mulailah anak cucu Nabi Adam Alaihissalam menyebar mengekspansi dan menelusuri wilayah-wilayah bumi yang disenanginya untuk mencari tempat kehidupan masing-masing (sifat dasar manusia), yang pada setiap wilayah persinggahannya mereka mengembangkan jumlahnya dari 2 menjadi 3 menjadi 4 menjadi 5 dan seterusnya menjadi sebuah kaum atau kelompok besar yang hidup bersama yang perkembangan ciri masing-masing kaum tersebut sangat dipengaruhi kondisi alam tempat mereka hidup.

    Setelah masa Nabi Adam Alaihissalam dan Hawa berakhir, tidak diketahui jumlah dan dimana saja manusia telah mendiami bumi, maka dimulailah tahap pengutusan para nabi-nabi oleh ALLAH SWT dalam rangka membantu umat manusia untuk senantiasa dibimbing dan diingatkan ( diserukan ) akan guna dia diturunkan ke bumi ini yaitu untuk menjadi khalifah mengurusi dan mengelola bumi berdasarkan petunjuk (kekuatan akal) dan ketetapan ALLAH SWT (Takdir) dan bersujud/beribadah kepada ALLAH SWT yang telah mengutusnya.

    Dapat dipahami jika disuatu masa dan tempat dimana umat manusia itu hidup, tidak sampai sama sekali kepadanya syariat kenabian, namun dia senantiasa mengurusi dan mengelola bumi ALLAH SWT dengan baik yang tentu saja berdasarkan petunjuk dan ketetapan ALLAH SWT, maka bisa dinalarkan dia telah melaksanakan fungsi ke khalifahannya dibumi, selanjutnya apabila dia tidak menyembah ALLAH SWT dalam hal sesungguhnya tidak sampai sama sekali / tidak ada daya dan upayanya untuk menemukan dan berjumpa dengan syariat kenabian yang telah diturunkan, maka orang atau kaum ini dapat dikategori tidak tahu ( tidak mengerti / tidak terbimbing ) dan orang yang tidak tahu dalam ajaran islam tidak dikenakan dosa atasnya. Dosa yang dikenakan atasnya hanya apabila fungsi kekhalifahan dalam hal mengurusi dan mengelola bumi ALLAH SWT (fitrah manusia mempergunakan akalnya) tidak dijalankannya, dimana saja kaum-kaum seperti ini hidup pada masa suatu nabi berlangsung sesungguhnya kita tidak mengetahuinya sedangkan ALLAH SWT Maha Mengetahui dan Maha Berkehendak atas segala hal.

    Dizaman Nabi Muhammad SAW ketika ada umat islam tidak Sholat, maka nabi sangat marah, karena nabi menganggap orang-orang itu telah mengetahui dan mengerti ( telah sampai seruan syariat kepadanya ), marahnya nabi karena perbuatan itu telah menjadi dosa baginya, namun ketika ada datang suku pedalam Arab Badu’i ke Mekah yang mengencingi mesjid nabi tidak marah, karena orang yang mengencingi mesjid itu dia tidak tahu dan mengerti ( tak sampai seruan syariat kepadanya ), ketidak marahan nabi ini karena itu tidaklah menjadi dosa baginya, apabila itu menjadi dosa baginya tentu nabi akan memarahi dan menghukum orang tersebut.

    Menyembah selain ALLAH SWT adalah syirik, sedangkan syirik adalah dosa besar yang paling dibenci ALLAH SWT, namun jika syirik dikarenakan tidak sampainya syariat dan petunjuk dari ALLAH SWT kepada suatu kaum, maka tidaklah dapat ia dikatakan menjadi dosa, sesungguhnya Nabi Ibrahim dalam perjalanannya mencari Tuhan pernah berlaku syirik (menganggap bintang kemudian bulan kemudian matahari adalah tuhan) sebelum datang petunjuk ALLAH SWT kepadanya.

    Dari nabi-nabi yang diutus ALLAH SWT ke bumi hanya Nabi Muhammad SAW yang merupakan nabi sekalian alam ( semua kaum/umat ) karena hanya syariat Nabi Muhammad SAW yang mampu (atas izin ALLAH SWT) sampai keseluruh umat manusia dimuka bumi ini, dengan semua kemajuan hidup umat manusia sampai hari ini sesungguhnya telah sampai (baik sebagai hidayah dari ALLAH SWT maupun segala upaya diri sendiri untuk mencarinya) kepada setiap umat manusia (atas izin ALLAH SWT) syariat Nabi Muhammad SAW kepada setiap manusia, kecuali mereka yang mengingkarinya karena kezaliman dan kesesatannya.

    Sedangkan nabi-nabi selain Nabi Muhammad SAW, hanya menyampaikan syariat bagi beberapa kaum saja, dengan rentang waktu dan tempat pengutusan antar nabi satu dengan yang lain sesungguhnya ada beberapa yang tidak kita ketahui sedangkan ALLAH SWT Maha Mengetahui. Setiap nabi-nabi yang diutus kepada suatu kaum di dalam Al-Quran dan Hadits dijelaskan selalu membawa kisahnya masing-masing.

    Setiap berakhirnya penyampaian syariat oleh setiap nabi pada suatu kaum, dengan berakhirnya umur kehidupan nabi tersebut, selalu membawa dampak berpalingnya kaum-kaum nabi tersebut terhadap syariat yang telah mereka terima dan kembali pada keyakinan-keyakinan baru maupun lama sebelum nabi itu diutus, dan bahkan ada yang bersikap terlalu jauh dengan menganggap ( setelah seorang nabi wafat ), maka dialah/nabi itulah Tuhan yang harus disembah (kezaliman dan kesesatan pemuka kaum dan ahlil kitab), ini lah yang menyebabkan munculnya berbagai macam agama di muka bumi, dimana kezaliman dan kesesatan itu dengan cepatnya meluas dibumi ALLAH SWT yang luas ini.

    Jika telah sampai syariat dari nabi kepada suatu kaum dan setelah meninggalnya nabi tersebut mereka mencari tuhan baru seraya mengingkari ALLAH SWT sebagaimana syariat yang dibawa seorang nabi semasa dia masih hidup, maka mereka-mereka yang ingkar dan yang mencari tuhan baru itu dia akan mendapatkan Iblis sebagai tuhannya, dan Iblislah yang membantunya membangun tempat-tempat ibadah, istana-istana yang megah dan monumen-monumen dimasa lampau untuk menguatkan dan meyakinkan hatinya akan kezaliman dan kesesatannya itu, dan apabila syariat itu tidak sampai kepadanya, maka atas izin ALLAH SWT lah tempat-tempat ibadah, istana-istana yang megah dan monumen-monumen kehidupan masa lampau itu dapat mereka bangun untuk kemaslahatan hidup mereka sebagai khalifah di muka bumi ini, karena sesungguhnya Allah Maha Berkehendak.

    Hakikat Tauhid (Islam) adalah bertaqwa (hanya menyembah) kepada ALLAH SWT Yang Maha Esa, Nabi Adam Alaihissalam bertaqwa kepada ALLAH SWT, maka islam ada sejak manusia pertama ( Nabi Adam Alaihissalam ) ada, sedangkan ajaran / ibadah ( cara-cara bertaqwa kepada ALLAH SWT ) pada masa masing-masing nabi tidaklah sama ( untuk hal perintah berbuat baik dan sejenisnya pastilah sama ). didalam Al-Quran dijelaskan salah satu Ibadah yang melekat yang ada pada diri setiap nabi adalah Sholat, namun waktu dan jumlah rakaat pelaksanaannya masing-masing nabi hanya Allah Yang Maha Mengetahui.

    Surah An-Nahl ayat 31 : “Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu”

    Surah At-Taubah ayat 31 : “Padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan”

    Surah Az-Zumar ayat 2-3 : “Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya. Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih (dari syirik)”

    Surah Al-Bayinah ayat 5 : “Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan keta`atan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus”

    Banyak orang mencari tanda-tanda akan eksistensi Tuhan di dunia ini, bagi sebagian ahli filsuf barat yang menganut paham Atheisme, mereka menganggap agama (tauhid) adalah buatan manusia untuk pemenuhan kebutuhan batinnya yang lemah, dan bagi mereka agama dan konsep ketuhanan dianggap sesuatu yang menurunkan derajat manusia karena kelemahan akal dalam menjalani kehidupannya, karena manusia yang derajatnya tinggi dialah yang kuat dan dia tidak membutuhkan Tuhan.

    Sesungguhnya jalan yang tepat untuk mencari tanda-tanda adanya Tuhan saat ini, dimana tidak akan ada lagi nabi yang akan diutus adalah Al-Quran, didalam Al-Quran banyak difirmankan hal-hal yang secara waktu, tempat dan akal Rasulullah SAW selaku manusia biasa tidak mungkin dapat menjelaskan dan menceritakannya. Bagaimana Muhammad SAW yang hidup 1400 tahun yang lalu bisa mengetahui hal-hal yang akan terjadi setelah kepergiannya dan mengetahui hal-hal yang ada/terjadi bahkan ribuan tahun sebelum Dia dilahirkan, Bagaimana Muhammad SAW yang hidup di pedalam gurun pasir tanah Arab bisa menjelaskan dan menceritakan tentang Hutan, Lautan, Langit, Bulan, Matahari dan lain sebagainya yang tidak pernah ia temui selaku manusia biasa. Al-Quran adalah bukti nyata terkuat eksistensi Tuhan, karena dia adalah ucapan ALLAH SWT, disampaikan melalui perantara Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad SAW.

    Surah Al-Mâ´idah ayat 15 : “Hai Ahli Kitab, sesungguhnya telah datang kepadamu Rasul Kami, menjelaskan kepadamu banyak dari isi Al Kitab yang kamu sembunyi kan, dan banyak (pula yang) dibiarkannya. Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah, dan Kitab yang menerangkan”.
    Al-Quran adalah penerang bagi semua umat manusia

    Surah Al-Mâ´idah ayat 16 : “Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keridhaan-Nya ke jalan keselamatan, dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya, dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus”
    Al-Quran adalah Petunjuk

    Surah Al-Fushilat ayat 26 : “Dan orang-orang yang kafir berkata: “Janganlah kamu mendengar dengan sungguh-sungguh akan Al Qur’an ini dan buatlah hiruk-pikuk terhadapnya, supaya kamu dapat mengalahkan mereka”
    Al-Quran adalah ancaman terbesar orang kafir, karena kebenarannya nyata bagi orang yang mencari kebenaran

    Surah Al-Baqarah ayat 132 : “Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya’qub. Ibrahim berkata: “Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam”
    Al-Quran menetapkan bahwa Islam adalah agama yang benar

    Surah Al-Mâ´idah ayat 3 : ……… Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu …………
    Al-Quran menetapkan bahwa tidak ada lagi agama (yang benar dan diridhai Allah) bagi umat manusia untuk mengingatkan mereka akan Allah SWT setelah Islam

  14. teori darwin masih di pahami sebagai teori yang benar,
    dan ini juga selalu diajarkan di sekolah sekolah, mungkin kita perlu memberanikan diri untuk menyangkal ha itu dan melakukan pembaharuan yang benar menurut Islam

    • Iya, Masya Allah bangeett! Hehehe 😄
      Sampai hari ini masih banyak yang membahasnya. Saya jadi terharu karena memang yang saya inginkan di artikel ini adalah sebuah diskusi secara terbuka dengan masukan2 dari pemahaman yang lainnya.

      Semoga semakin hari, semakin banyak yang berkomentar sehat dan cerdas disini!

  15. saya hanya skadar sharing, tntu ny pndapat saya ini mash byk y krg, maaf ats smua ksilapan, begini, trdapat dm byk ayat jk Allah mgatakan jin dn nass, stiap d sbutkan jin psti ada nass ny, sbagian mufassir bpndpat spt yg saudara tnyakan bhwa sblum adam mnjdi khlifah d muka bumi adalah bgsa jin y mjdi khlifah.sy sgt trtarik dgn artikel y snada dgn ini, y bmuara pd spti apa khdupan bumi ini brawal dn kmna brakhirnya juga spti apa mreka kaum yahudi mmerankan dramanya utk mgendalikan dunia.

    • Terimakasih untuk sharing dan komentarnya yang baik di artikel ini! 😆
      Semoga bisa jadi rujukkan tambahan untuk para pembaca yang masih belum puas dengan bahasan yang terdapat di artikel ini!

  16. Subhanallah, Bagus gan tulisan’a sy sdh lama bertanya2 dlm hati tentang hal ini dan alhamdulillah anda berikan jawaban’a…
    terima kasih byk, Sukses buat ente..

    • MasyaAllah, terimakasih kalo Agan suka! 😄
      Tapi maaf sebelumnya, disini niat saya bukan memberi jawaban kok, gan. InsyaAllah artikel ini ada kebenarannya, tapi tentu masih banyak salahnya. Semoga pertanyaan agan yang terjawab bisa bermanfaat untuk diri agan dulu, sambil mencari referensi jawaban lain yang mungkin lebih mengena dan benar. Terimakasih!

    • Terimakasih buat komennya! Alhamdulillah kalo ini bisa menjawab pertanyaan Anda. Tapi semoga ini bisa jadi makanan bagi jiwa dan hati Anda dan tidak terlalu dipikirkan dengan logika. Hehehe

  17. Ngmng naon dia yeh bangsat. Ari dia budak mana? Emang nabi adam mah jelema pertama nu di jieun Allah, emang aya nu lebih pertama eta hewan, mangkana malaikat nanya untuk apa dibuat mahluk yg bisa merusak bumi semisal membunuh, memperkosa kan eta ahlak hewan, mangkana Allah berfirman bahwa Aku lebih mengetahui apa yg tidak kamu ketahui, ditanya benda” nu di bumi nabi adam bisa jawab sdngkan malaikat tidak bisa, mangkana disitu malaikat sujud diperintahkan Allah karna Nabi adam menjadi khalifah di muka bumi, logika klau seandainya nabi adam bukan manusia pertama di bumi bukankah bertentngan dengan alquran bahwa nabi adam manusia PERTAMA di bumi, untuk masalah teori darwin tentang kera adalah nenek moyang manusia slah besar, logika klau dia (darwin) mengatakn nenek moyang mnusia itu kera ,sdkit cemoohan darwin kala itu seperti kera, ada mata rantai yg hilang, test DNA kera dg manusia sma skli tdk sama, jadi nabi adam manusia pertama di bumi mgkn stlah hewan yg trlbh dulu dan manusia purba hnya sebutan orang yg memakai teori dan sifat teori bisa berputar balik semisal teori big bang yg mengatakn bumi itu bulat dulu tdk dprcya akan ttapi stlh ada fakta yg akurat baru percaya bhwa bumi itu bulat, jadi jadi jelema ulah sok nyieun piributen aing teu sien ka dia bangsat budak mana dia, aing budak serang ciomas, kadie ngomong jeng guru aing dia boga kawani mah. ┌П┐ (▶.◀ )‎​​┌П┐

    • Hehehe, terimakasih udah menyempatkan komen disini. Sebetulnya saya sama sekali buta akan bahasa Sunda. Maafkan saya. Tetapi, dari kemampuan menerjemahkan bahasa Sunda sebisa saya, sepertinya Anda mendukung saya. Karena Anda tidak setuju dengan teori Darwin. Dan begitupun saya. Hehehe

      Sedikit nasihat, jangan pernah membuat komen dengan tingkat kesopanan yang rendah seperti ini lagi. Apalagi menggunakan bahasa Sunda. Karena bisa jadi, menurunkan image orang Sunda yang seharusnya terhormat dan sangat sopan. 😄

      • Iya tuh…komentar orang Ciomas itu kurang dewasa…sepakat tapi marah-marah..aneh kan. Saya orang Banten berbahasa Sunda, maaf kepada pembaca dan admin jika kurang berkenan dengan bahasa seperti itu.

      • Hehehe, sudah gak kenapa2. Mungkin memang karena tulisan di artikel ini yang kebanyakan, si dia jadi bingung. Iya, tenang, InsyaAllah penulis dan pembaca disini semuanya paham kok, hehehe

    • Tinggi ilmunya, tidak pula tinggi akhlaknya. Kita hanya saling, nasehat-menasehati.
      Biarlah Tuhan Yang Maha Mengajarkan untuknya. Tibalah masanya datang diuji !

  18. Apresiasi untuk artikel ini. anda sangat berani dalam menyimpukan beberapa hal. saya paham niat anda, membuka wawasan fikiran. sehingga saya juga tertarik dan mencari tahu dengan membaca tentang topik yang sama.
    anda juga tahu, ini hanya pandangan anda yang dijawab berdasarkan Al-qur’an. tapi teman-teman yang baca juga mengerti, ini hanya pandangan seorang penulis. saya sangat tertarik dengan anda yang menyangkal teori revolusi. klo revolusi terhadap lingkungan yang berdampak kepada hewan sudah ada terbukti. tapi saya kurang setuju jika teori revolusi manusia itu salah. yang lebih bijak “teori revolusi manusia itu masih dipertanyakan”. masih banyak pandangan yang masih kabur tentang hal ini. dan penyangkalan kenapa teori revolusi juga masih kabur.
    saya berterimakasih, apesiasi untuk membuka wawasannya.

    • Hehehe, terimakasih banyak atas apresiasinya, Mas Asep! 😊

      Saya menghargai Anda dapat memahami niat saya. Terimakasih. Memang pandangan ini adalah pandangan saya (Manusia) atas sebuah pencarian jawaban lewat Al-Qur’an. Tentu, pastinya ditemukan sangat banyak kesalahan karena ini hanyalah sebuah artikel yang dibuat oleh saya. Saya juga berterimakasih, Anda memberikan sebuah pandangan baru bahwa benar, menurut saya seharusnya ‘Teori Evolusi Manusia Itu Masih Dipertanyakan.’ Terimakasih untuk sama2 sudah membuka wawasan masing2! 😊

  19. dan saya pun menghimbau bagi teman” yang berkomentar. berkomentarlah dengan santun. terlihat kata-kata kasar menggambarkan diri anda. jangan hanya nyampah saja, jadilah komentator yang baik. yang membawa kebaikan kepada sang penulis.
    terimakasih

  20. ASL…sy memberikan apreasinya dalam smangat membuat tulisan ini… tapi alangkah lbih baiknya sebelum menggunakan dalil dari alqur’an maupun hadits kita perlu rujuk ke mereka yang memang lebih faham tentang asbabunuzulnya , tafsirnya, dll… memang mengasikan jika artikel ini menjadi bahan diskusi tp alangkah arifnya juga untuk memperkecil peluang untuk fitnah dan caci maki… wallahu ‘alam. jzk

    • asskum
      astgfrllhaladzim saudar robi contoh evolusi dr kera.!!!!!! sangat memalukan skali komentarnya. saya malu sbgai orang sunda!!! INDONESIA di acak INISOENDA. KEP SUNDALAND. nama suku KETURUNAN PERTAMA di indonesia DAN TERMASUK GOLONGAN ORANG ORANG YG DI MULIAKAN ALLAH SWT!!!

      • Wa’alaikumsallam 😊

        Semangat banget komennya! Terimakasih ya. InsyaAllah semua suku di Indonesia atau semua ras di Dunia termasuk golongan yang dimuliakan oleh Allah! Aamiin :)

  21. ass…. wr.wb.
    Saya teringat tentang kisah awal turunnya wahyu(al-alaq:1-5) ada beberapa pelajaran yg bs kita ambil. ketika nabi Muhamad saw di gua hira dgn ketajaman akal beliau tidak mampu menembus berbagai misteri tentang penciptaan. Namun setelah jibril menyampaikan wahyu(al-alaq:1-5) terjawab apa jadi tanda tanya dlm hatinya. artinya silakan anda(penulis/komentator) berpendapat ttng apapun tp jadikan kitab suci(al-quran,injil,weda,dll..)dlm keyakinan anda sbg landasan utama.karna betapapun seorang jenius, tiada yg dpt diketahuinya melainkan atas kehendak ALLAH SWT Tuhan semesta alam.
    Saya suka postingan anda walaupun sbg manusia tntu ada kekurangan tp yg pnting niat untuk menyampaikan ilmu ..
    Tetap semangat.
    Wass…wr.wb

  22. Artikel yg bagus,, saya jg setuju kalau manusia dan kera adalah spesies yg berbeda,,
    izin share om ..

  23. Saya lebih sepakat jika sebelum nabi adam itu ada makhluk dimuka bumi, sebagai mna penjlasan dari surat al-baqarah ayat 30 trsebut, pertnyaan malaikat kepada Allah bhwa akan ada pertumpahan darah jika diciptakan khalifah, nah darimana malaikat tau jika dcptakan khalifah dibumi akan ada pertumphan darah jika sebelumnya tidak ada makhluk sebelum adam. selanjutnya kata darah, berarti bukan jin tetapi manusia, karena yang mmpunyai darah itu manusia bukan jin, sya berkesmpulan lw Allah menciptakan manusia purba terlebih dahulu kemudian musnah, kemudian Allah menciptakan Adam disurga sebagai ciptaan-Nya yang paling sempurna (at-tin ayat 5).
    wallau a’lam

  24. Sudah jelas bahwa Manusia(kita) adalah makhluk tertinggi ciptaan Allah SWT ,dan tdk ada pertentangan para ulama tentangnya jd mngapa membahas sesuatu yg tidak perlu bahkan mengaitkan isi ALQUr’an segala…,ingin mengingkari agamamu?.sudah jelas itu semua makhluk bersujud pada manusia atas Perintah Allah,SWT masih krg jelaskah itu ayat?
    bahkan di hadis dah AL QUr’an tidak ada disebutkan makhluk lain selain manusia,malaikat,jin,syetan,iblis,hewan cuma itu saja bila bisa berpikir jelas, apa mau bikin makhluk baru lg anda? mengingkari Pencipta anda? ..alien cuma pendapat orang kafir orang2 barat,orang Islam(ulama) tdk ada yg mau meriset hal yg tdk penting diluar pemahaman kitab dan agamanya..bahkan sejak zaman Nabi Adam AS tidak pernah ada Firman tentang Alien jd siapakan yg aneh? anda atau saya? sebelum anda tersesatkan oleh org barat yg tdk paham alQuran dan menyesatkan bnyak org pembaca..terima kasih

    • satu juga sains barat dengan kitab anda lebih percaya mana?
      pengetahuan akan mnjadi salah jika tdk percaya kegaiban(keajaiban),dan menjadi salah pula jika itu adalah pengetahuan itu yg salah dan menyesatkan…,dan kesalahan manusia adalah mengkait-kaitkan segala hal dengan ALQuran padahal itu adalah hal yg tdk berkaitan dalam artian tidak ada sama sekali berhubungan dengan al Quran,pdahal fungsi ALQuran adalah sebagai petunjuk dalam menentukan mn yg benar dan salah jika sudah tdk benar/tdk ada kaitannya lantas mengapa harus dikait-kaitkan dengan Al-Quran terus..mau dikaji seperti apapun makna ALQuran jg ttp tdk ada itu penjelasan makhluk Alien..,ya karena tdk tidak disebutkan di dalam ayat alQuran jd jgn dikait kaitkan…

    • Tidak sama dengan yang lainnya, Islam muncul sebagai penerang. Allah berfirman: “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah menciptakan langit dan bumi serta makhluk-makhluk­ melata Yang Dia sebarkan pada keduanya. Dan Dia Maha Kuasa mengumpulkan semuanya apabila dikehendaki-Nya­.” (Q.S. As-Syuura [42] : 29).

  25. Assalamualaikum Wr.Wb

    Artikel yang cukup menarik, menambah dan mendorong manusia untuk berfikir. Mudah-mudah an artikel ini menjadi tempat berbagi ilmu yang baik menurut islam. Saling berbeda pendapat itu sangat baik. Akan lebih baiknya lagi jika menyampaikan pendapat/komentar dengan akal dan tidak dengan kata-kata yang tidak pantas.

    Wassalam

    • Terimakasih atas perhatiannya 😊

      Saya memang sengaja mendesain seluruh bagian dari artikel ini (Isi + Komentar) sebagai satu kesatuan pembahasan. InsyaAllah berkah! Aamiin…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s